Home Analisa SahamAnalisa Fundamental Setelah Jual MBSS, Lo Keng Hong Beli TBLA ?

Setelah Jual MBSS, Lo Keng Hong Beli TBLA ?

by Alfyn Wendy

Lo Kheng Hong (LKH) adalah salah satu seorang Investor ritel tersukses di Indonesia, beliau yang saat ini telah melakukan penjualan atas  kepemilikan sahamnya sebanyak 107.012.600 saham  setara dengan 6,115%  di emiten PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS). Dengan penjualan ini, Lo Kheng Hong akan memfokuskan diri untuk membeli saham-saham disektor lainnya, seperti saham emiten perkebunan kelapa sawit  (CPO).  

Dilansir dari CNBC Indonesia, Awalnya, Lukas Setia Atmaja penulis buku ‘Who Wants To Be a Smiling Investor” memposting foto kunjungan LKH ke kantor pusat TBLA Oktober 2019 silam di akun Instagramnya. Sebelumnya beredar berita bahwa LKH memiliki saham TBLA namun tidak sampai 5%, sehingga tidak tercantum dalam keterbukaan informasi. Lalu bagaimana sih prospek dari TBLA sendiri, lalu bagaiamana dengan valuasinya sehingga membuat investor LKH tertarik untuk memilikinya ? simak penjelasan berikut 

Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

Didirikan pada tahun 1973, PT Tunas Baru Lampung Tbk (“TBLA”) menjadi salah satu anggota dari Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian di Indonesia yang didirikan pada tahun 1947. PT Tunas Baru Lampung Tbk mulai beroperasi di Lampung pada awal tahun 1975, sejak itu TBLS telah berkembang menjadi salah satu produsen minyak goreng terbesar dan termurah.

Bisnis yang dijgeluti oleh TBLA adalah kapasitas produksi dari penyulingan dan membangun pabrik CPO, minyak kelapa, stearin, minyak kelapa sawit, minyak inti sawit, produk konsumen lainnya seperti sabun krim dan sabun cuci yang memanfaatkan asam lemak, produk sampingan dari produksi CPO. TBLA juga berencana membangun bisnis gula yang terintegrasi.

Prospek Bisnis CPO

  1. Harga CPO yang menguat per tanggal 31 Agustus 2021 ke level Rp 4.254 MYR/Ton
  2. Permintaan bertambah bukan hanya untuk konsumsi namun juga untuk kebutuhan energi.
  3. Teknologi Biofuel generasi kedua dari Sawit > Sawit diolah menjadi biodiesel dan bioethanol dan bia dimanfaatkan untuk campuran green disel dan bensin.
  4. Kenaikan ekspor ke Pakistan dan Mesir

Hambatan

  1. Black Campaign dari Uni Eropa
  2. Isu ESG
  3. Sawit dianggap mencemari sumber daya Air

Kinerja TBLA

 20172018201920202021Q1
KAS Rp        125.992 Rp        224.334 Rp        400.674 Rp        479.577 Rp        353.980
PIUTANG Rp    1.637.863 Rp    2.023.013 Rp    1.857.204 Rp    3.023.575 Rp    2.943.000
PERSEDIAAN Rp    1.669.736 Rp    2.273.320 Rp    2.184.021 Rp    2.301.868 Rp    2.277.927
ASET LANCAR Rp    4.878.222 Rp    6.203.335 Rp    6.551.760 Rp    8.027.179 Rp    8.051.901
ASET TETAP Rp    6.192.524 Rp    6.428.456 Rp    6.491.794 Rp    6.515.193 Rp    6.489.717
JUMLAH ASET Rp  14.354.225 Rp  16.339.916 Rp  17.363.003 Rp  19.431.293 Rp  19.730.008
UNTANG LANCAR Rp    4.637.980 Rp    3.300.644 Rp    4.027.369 Rp    5.385.025 Rp    5.723.530
UTANG JANGKA PANJANG Rp    5.459.591 Rp    8.255.656 Rp    7.972.710 Rp    8.157.412 Rp    7.733.308
TOTAL HUTANG Rp  10.097.571 Rp  11.565.300 Rp  12.000.079 Rp  13.542.437 Rp  13.456.838
EKUITAS Rp    4.256.654 Rp    4.783.616 Rp    5.362.924 Rp    5.888.856 Rp    6.273.170
  1. Balance Sheet

TBLA mempunyai CAGR aset sebesar 7% dan CAGR ekuitas 8% dalam kurun waktu 5 tahun terhitung sejak 2017, hal ini menunjukan bahwa TBLA cukup bertumbuh, dan pertumbuhan aset diimbangi dengan pertumbuhan ekuitas.  Dari segi kinerja laporan keuanagn, hal yang perlu diperhatikan adalah kenaikan hutang perusahaan.

  • Rugi Laba
 20172018201920202Q21Q421F
PENJUALAN Rp    8.974.708 Rp    8.614.889 Rp    8.533.183 Rp  10.863.256 Rp    6.830.818 Rp  13.661.636
COGS-Rp    6.627.165-Rp    6.312.129-Rp    6.438.390-Rp    8.239.389-Rp    5.411.359-Rp 10.822.718
GP Rp    2.347.543 Rp    2.302.760 Rp    2.094.793 Rp    2.623.867 Rp    1.419.459 Rp    2.838.918
EBIT Rp    1.274.594 Rp    1.043.045 Rp        905.158 Rp        901.334 Rp        480.883 Rp        961.766
NP Rp        978.696 Rp        764.380 Rp        661.034 Rp        680.730 Rp        381.580 Rp        763.160
* 1 Angka Dalam Jutaan Rupiah

Penjualan dan net profit TBLA mengalami inkonsistensi, hal ini dikarenakan naik turunnya pendapatan TBLA bergantung dengan harga komoditas CPO, di samping itu ditengah berfluktuasinya harga komoditas TBLA selalu menghasilkan laba  yang positif. Secara tahunan  pada Q4 2021 yang akan datang kami meprediksi pendapatan dari TBLA akan sebesar 13,6 triliun. Hal ini kami didasarkan dengan kinerja Q2 2021 dimana pendapatan dan net income yang  tumbuh 20%, kami yakin dengan kinerja seiring pelonggaran aktifitas ditambah menguatnya harga komoditas CPO akan mendongkrak kinerja emiten sawit sampai akhir tahun.

  • Komparasi Kinerja
 SektorTBLAAALISIMPLISPAVG
Rasio lancar %195%141%380%92%457%253%
DER %66%150%30%70% 
ROE (%)14%12%6%5%11% 
ROA (%)6%4%4%2%10% 
GPM (%)23.93%20.91%22.11%24.00%33.56% 
NPM (%)7%6%8%3%21% 
BV (Rp)01171,8810103,54942,591435,04 
PBV (x)2,850,670.830.450.761,76
EPS ANL (Rp)129,05137,86566,647,68161,9 
PER (x)14,425,612,4915,467,4512,455
Market Cap ( dalam T)04,19416,2166,7697,471 

TBLA mempunyai rasio lancar 1,41x, artinya TBLA memiliki kecukupan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya, keunggulan TBLA atas perusahaan disektor dan industri yang sama adalah terletak pada ROE nya, dimana TBLA lebih profitable dibandingakn perusahaan lain. Dikarenakan EPS yang tinggi dikisaran RP 137 dan harga saham yang cukup terbilang murah Pada penutupan hari Selasa, 31 Agustus 2021 dilevel Rp 795 membuat TBLA mempunyai PER yang lebih murah yaitu 5,6 PER TBLA lebih murah dibandingkan perusahaan yang lain. Namun kelemahanya TBLA mempunyai rasio hutang yang cukup tinggi, yaitu 150%.

  • Valuasi
JUMLAH LEMBAR SAHAM5.342.098.939
HARGA SAHAM Rp                 795
PBV Rp             1.174
PBVR0,677
MEAN PER X EPS Rp             1.178
BG AGRESIF Rp             3.251
BG KONSERVATIF Rp             1.839
MEAN VALUASI ( FINAL ) Rp             2.089
MOS62%
POTENSIAL UPSIDE163%

Kami melakukan valuasi TBLA diambil dari rata-rata hasil valuasi yang berbeda (Benjamin graham Agresiv dan Konservatif , Mean PER x PBV) sehingga mendapatkan hasil valuasi final yaitu dengan harga wajar Rp 2.089, dengan MOS 62% dan potensial upside sekitar 163%. Apabila rekan-rekan hanya menggunakan salah satu jenis valuasi saja tidak menjadi masalah, dan perhitunganya sudah tersedia didalam tabel diatas.

Kesimpulan

Dengan kinerja laporan keuangan yang baik, profitabilitas yang baik dan valuasi yang masih murah, layakkah TBLA untuk dikoleksi ? tentunya dengan data-data diatasrekan-rekan Republik Investor bisa menentukan keputusan investasi sendiri.

Happy Investing

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email