Home Rekomendasi Market Update dan Trading Plan 26 Januari 2022

Market Update dan Trading Plan 26 Januari 2022

by Yully Aeny

Pada perdagangan 25 Januari 2022 IHSG ditutup melemah -1.31% atau -86.993 ke level 6.568,173, dimana asing mencatatkan pembelian bersih Net Foreign (All Market) +110.20 M, Net Foreign (RG Market) +36.61 M, Net Foreign (NG+TN) +73.59 M. Dimana Bursa Asia dan Bursa AS ditutup rata-rata melemah, seperti :

Sentiment Global

Indeks utama di Wall Street ditutup melemah karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter FOMC hari ini dan mencerna beberapa laporan pendapatan kuartalan yang beragam.

Untuk mengantisipasi nada hawkish pada kebijakan dari Fed, imbal hasil onligasi AS meningkat, dengan imbal hasil 10-tahun AS secara singkat naik 1,8%, mendorong sektor sensitive suku bunga seperti bank (investing.com).

Harga minyak mentah WTI rebound lebih dari 2% menjadi di atas $85 per barel, karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Sentimen Domestik

Presiden Joko Widodo meluncurkan pelepasan ekspor perdana tahun 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Kusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Jokowi menekankan pentingnya hilirisasi industri dengan mulai menghentikan ekspor bahan mentah. Hilirisasi industri memberikan banyak keuntungan walaupun kebijakan tersebut akan mendapatkan protes dari berbagai Negara melalui WTO (kontan.co.id).

Kami memproyeksikan IHSG 26 Januari 2022 bervariasi cenderung melemah, bergerak di rentang harga 6.490-6.680 karena investor masih menunggu hasil dari pertemuan The Fed.

Rekomendasi Saham

  1. BEBS (Fast Trade)

Support  : 4.210

Resistance  : 5.350

Pada 25 Januari 2022, saham BEBS ditutup menguat +10.47%. Apabila dilihat dari indicator Stochastic RSI saham BEBS bergerak di area oversold dan dari volume buyersnya juga masih cukup tinggi sehingga saham BEBS ini bisa jadi pilihan untuk swingtrade.

Opsi 1 : jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa hold dengan target price 5.030-5.350

Opsi 2 : jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli untuk swingtrade disekitar  harga 4.410-4.650

2. BBNI

Support  : 6.600-6.625

Resistance 1 : 7.225

Resistance 2 : 7.575

Pada 25 Januari 2022, saham BBNI ditutup melemah -4.23%. Saham BBNI bergerak sideways. Dari indicator Stochastic RSI sendiri bergerak menuju area oversold. Dan tingkat volume penjualan yang tinggi dari hari sebelumnya, sehingga untuk saham BBNI bisa jadi pilihan untukjangka pendek dan beli di area supportnya.

Katalis : Rencana BBNI untuk mengakuisisi Bank Mayora semakin jelas. Dalam prospectus ringkas BNI akan mengakuisisi 1,198 miliar (63,92%) saham Bank Mayora untuk kemudian diubah menjadi bank digital.

Opsi 1 : jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa di hold dengan target price di sekitar 7.225-7.500

Opsi 2 : jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli untuk jangka pendekdi sekitarharga 6.600-6.625

Disclaimer On

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email