Home Analisa SahamAnalisa Teknikal Market Update dan Trading Plan 2 November 2021

Market Update dan Trading Plan 2 November 2021

by Yully Aeny

Pada perdagangan 1 November 2021 IHSG ditutup melemah -0.58% atau -38.457 ke level 6.552,889, dimana asing mencatatkan pembelian bersih Net Foreign (All Market) +76.84 M, Net Foreign (RG Market) +208.07 M, Net Foreign sell (NG+TN) -131.23 M. Dimana Bursa Asia ditutup bervariasi serta bursa AS ditutup menguat, seperti :

Sentiment Global

Bursa Amerika ditutup menguat, didorong oleh kenaikan  energy sekitar 1% yang dimana harga minyak terus naik di tengah ekspektasi bahwa produsen minyak utama tidak mungkin untuk meningkatkan produksi untuk mengurangi krisis pasokan energy.  

Minyak mentah berjangka Brent ditutup menguat 1,1% menjadi $84,71 per barel, adapun minyak mentah WTI ditutup menguat tipis 0,6% menjadi $84,05 per barel setelah sebelumnya jatuh ke $82,74 per barel. Untuk harga minyak sendiri diperkirakan akan bertahan mendekati $80 per barel pada akhir tahun, karena persediaan yang terbatas dan tagihan gas yang lebih tinggi mendorong peralihan ke minyak mentah untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

PMI manufaktur AS pada bulan Oktober 2021 turun menjadi 58,4 dari bulan sebelumnya sebesar 60,7.

Sentimen Domestik

Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia, dana abadi Indonesia atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada Februari 2021, melakukan kerja sama dengan DP World (Dubai Ports World) dengan nilai US$ 7,5 Miliar atau setara dengan Rp 106,50 Triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) dalam kemitraan jangka panjang. Kemitraan antara INA dan DP World dinilai akan meningkatkan pengoperasian pelabuhan, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan daya saing nasional.

Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia telah rilisnya data manufaktur, di mana IHS Markit mencatat Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur RI bulan Oktober naik 5 poin ke 57,2. Dengan kenaikan tersebut PMI manufaktur RI berada di level tertingginya dalam 5 tahun terakhir.

Selain PMI manufaktur, sentiment positif juga datang dari inflasi RI, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) bulan Oktober 2021 mencapai 106,66 atau secara bulanan inflasi naik 0,12%, sedangkan secara tahunan inflasi naik 1,66% lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) di angka 1,62%. Membaiknya sektor manufaktur menjadi katalis positif untuk pasar keuangan dalam negeri di tengah meningkatnya risiko inflasi global.

Kami memproyeksikan IHSG 2 November 2021 akan bergerak cenderung menguat, dilihat dari beberapa sentiment positif dari dalam negeri. Adapun pergerakan IHSG diperkirakan akan berada di rentang 6.525 – 6.690.

Rekomendasi Saham

  1. JPFA

Support : 1.620

Resistance : 1.985

Terlihat dari indikator stochastic sudah menyentuh 20% dan sudah membentuk golden cross sehingga saham JPFA berpotensi untuk rebound. Selain itu, dari sisi volume buyersnya lebih tinggi dari hari sebelumnya.

2. PWON

Support : 474

Resistance : 545

Terdapat penambahan volume buyers serta terlihat dari indicator Stochastic RSI yang berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya.

Disclaimer On

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email