analisa saham INKP
Home Analisa SahamAnalisa Teknikal INKP: SENTUHAN KEDUA

INKP: SENTUHAN KEDUA

by Al Assy Arry

There is no Holy Grail In Trading

anonim

Tidak ada jurus sakti mandraguna didalam trading saham. Tidak ada seorangpun yang bisa menjamin 100% strategi trading akan berhasil menebak arah harga. Setidaknya inilah yang saya yakini selama menjadi seorang trader dan analis pergerakan harga saham.

Seribet apapun dan sesimple apapun teknik yang digunakan, pada akhirnya semua akan kembali ke trading plan. Bagaimana mengelola uang dan risk ro reward kita.

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan chat dari salah seorang member Republik Investor mengenai saham INKP. Nah, di artikel ini saya akan membahas gagalnya INKP dalam strategi trading Supply And Demand Zone.

Mengapa?

Bosan saja baca cerita-cerita para stock picker dan para pemberi rekomendasi yang selalu membesar-besarkan saham stock pick mereka yang naik tapi bungkam untuk saham yang turun.

Jadi sekali-kali kita bahas yang gagal ya.

INKP Masuk Area Demand Zone (buying position)

analisa saham INKP

Chart diatas adalah chart yang saya terima dari member Republik Investor. All green and all good.

Dalam strategi S&D ada 3 kriteria yang harus terpenuhi untuk saham masuk ke kantong buying position kita:

  1. Chart Pattern (Supply & Demand)
  2. Exponential Moving Average (EMA)
  3. Stochastic (5,3,3)

Chart pattern untuk buying position (demand zone) ada 2: Rally Base Rally (RBR) dan Drop Base Rally (DBR). Chart pattern ini adalah hal yang wajib ada jika kita ingin mengatakan suatu saham layak beli atau tidak.

EMA yang kita gunakan ada 2: EMA 20 dan EMA 50. Harga akan masuk area beli jika ia sudah masuk kedalam area antara EMA20 dan EMA50 (dynamic supprt)

Yang terakhir adalah stochastic. Kita hanya akan pasang buy jika indikator ini sudah berada di area jenuh jual yaitu area 20%-nya.

Kalau kita melihat kasus INKP diatas, semua sudah terpenuhi. Semua sudah oke. Semua sudah menunjukkan INKP layak untuk kita beli.

Demand Zone yang kuat karena terbentuk dari area Gap, harga sudah masuk kedalamnya yaitu area 8.175-8.400. Dimana area tersebut adalah area dynamic support-nya. Sementara stochastic sudah cantik berada di area oversold. End case. Buy.

Trading plan untuk INKP pada saat itu: Buy 8175-8400, TP: 10.000, CL 8.100.

Trading plan ini memberikan kita risk to reward rasio kurang lebih 1:4

INKP: Naik Kemudian Turun Sentuhan Kedua (second touch)

Yes, masuklah INKP kedalam portfolio kita. Harga sudah masuk area demand Zone.

Berselang dua hari yaitu tanggal 9 Juli 2019, benar saja saham ini rally dengan kenaikan lebih kurang 5% close diharga 8.925 dan sempat menyentuh harga tertingginya di 8.975.

Bayangkan hari itu kita sudah pegang INKP di harga 8.400, naik ke harga 8.925. Senang, porto hijau. Namun dalam strategi S&D, kita harus selalu pasang seatbealt sebagus apapun kondisi market saat itu.

Berbeda dengan teori dasar support resistance yang mengatakan bahwa apabila harga menyentuh berkali-kali di support, harga tersebut menjadi support kuat.

Didalam demand Zone, DZ yang kita gunakan adalah yang range harganya maksimal tersentuh baru sekali. Apabila ada sentuhan kedua (second touch) maupun ketiga (third touch), maka range harga tersebut akan kita abaikan atau, jika sudah punya sahamnya, mengharuskan kita untuk unload di harga average portfolio. Setidaknya rugi fee broker saja.

Inilah yang terjadi di INKP.

Setelah rally terjadi, INKP terkoreksi kembali. Sentuhan kedua di area demand zone. Cut loss? ya jangan, jual diharga average. Atau sedikit diatasnya untuk menutupi fee broker.

Yang saya suka dari strategi S&D ini adalah, memberikan kita risk to reward ratio yang layak untuk dipertimbangkan serta memberikan kita gambaran dengan sangat mudah kapan kita harus keluar dengan tanpa merugi saat strategi gagal.

Dan jika skenario terburuk ini terjadi, yasudah tidak perlu mencari pembenaran lainnya untuk tetap bertahan hold saham ini. Yang perlu kita jaga adalah disiplin dengan trading plan kita. Jangan berusaha mengalahkan arah harga, kecuali Anda memegang dana besar untuk bisa menahan INKP untuk melanjutkan penurunannya. Ini cerita lain.

Kemudian saham apalagi yang masuk Area Demand Zone akhir-akhir ini?

Ada sih, coba tebak. Isi di kolom komentar ya 🙂

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email