Home Analisa SahamAnalisa Teknikal Cara Menggunakan Strategi Buy on Breakout

Cara Menggunakan Strategi Buy on Breakout

by Hijjah Marhama

Ada banyak sekali istilah rekomendasi salah satunya adalah buy on breakout. Jadi keadaan dalam harga saham mampu rebound dari titik support dan saat ini harga berpotensi untuk adanya penguatan ke level resistance dan berpotensi bullish jika area level resistance tersebut mau di breakout. Kadang kita berfikir kenapa kita tidak beli dari bawah agar dapet cuan yang lebih besar, namun terkadang,tidak ada salah nya kita melakukan pembelian dengan buy high dan sell high, ketika harga breakout maka memiliki kecendrungan akan adanya penguatan lanjutan.

Untuk menghindari adanya false break dalam trading plan buy on breakout, yuk simak tips tips dibawah ini :

  1. Menentukan Area Resistance

Langkah pertama tentukan area resistance yang harus di breakout.  Carilah resistance kuat dari saham tersebut, agar jika level tersebut terbreakout, mengindikasikan bahwa saham akan adanya potensi bullish.

2. Menunggu Harga Breakout

Ketika harga mampu menyentuh area resistance, tunggu sampai harga benar benar mampu untuk melewati atau breakout Highest level pada Area Resistance yang sudah ditentukan agar lebih terkonfirmasi.

3. Konfirmasi Retest Resistance

Ketika saham berhasil breakout, akan apa 2 kemungkinan yang terjadi

  atau    

Jika kemingkinan 1 yang terjadi dimana kenaikan setelah breakout terus melanjutkan kenaikan, dapat langsung memanfaatkan momentum untuk Buy on high dan sell on high.

Namun jika kemungkinan kedua yang terjadi, dimana setelah breakout harga kembali koreksi maka jadikanlah lowest level area resistance sebelumnya menjadi area support yang tidak boleh terbreakdown.
Ketika harga tidak terbreakdown dan berhenti membentuk lower low baru, manfaatkan moment tersebut untuk Buy back maupun melakukan Average Down.

AND……… VOILA

Setelah breakout dan mampu berhasil pada retest resistance, saham MDKA stabil dalam trend bullishnya.

Tips and trick

  1. Volume

Volume bisa menjadi indikator yang membantu untuk mengkonfirmasi penguatan lanjutan pada saham tersebut. Jika suatu saham mampu breakout dengan volume yang meningkat mengindikasikan concern para investor sedang berada di level tersebut2

2. 3 Candle Bertahan

Jika setelah Breakout namun terjadi koreksi, perhatikan jika harga minimal terdapat 3 candle yang bertahan di area support yang sebelumnya menjadi resistance, potensial untuk saham tersebut adanya pullback.

Namun seoptimis apapun kita terhadap Analisa dan prospek pada harga saham tersebut, Money management, Control Risk tetap harus selalu diterapkan.

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email