minyak wti
Home » WTI Terus Naik Beri Dampak Terhadap Pelemahan Rupiah

WTI Terus Naik Beri Dampak Terhadap Pelemahan Rupiah

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Harga minyak jenis Brent per 7 Oktober telah mencapai 84 dollar AS per barrel, sedangkan harga minyak jenis WTI juga naik menjadi 74,33 dollar AS per barrel. Para analis pasar minyak memperkirakan kenaikan harga minyak akan berlanjut sebagai akibat sanksi ekonomi baru AS atas Iran yang akan menghukum pihak yang membeli minyak Iran mulai bulan depan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penerapan kembali sanksi terkait nuklir kepada Iran pada Senin (6/8/2018). Melalui pernyataan di situs resmi Gedung Putih, Trump menargetkan sanksi pada sektor energi Iran, termasuk transaksi terkait minyak, lembaga keuangan asing dengan Bank Sentral Iran, akan berlaku efektif pada 5 November 2018.

Trump mengklaim beberapa negara bahkan telah mengindikasikan akan mengurangi atau mengakhiri impor minyak mentah dari Iran. Dia menegaskan, rezim pemerintahan Iran hanya memiliki tiga pilihan, yaitu mengubah perilaku mengancam, mendestabilisasi dan mengintegrasikannya dengan ekonomi global, atau terus menghadapi isolasi ekonomi.

Iran merupakan produsen minyak terbesar ke tiga di dunia setelah Arab Saudi dan Rusia. Amerika Serikat telah memberi tahu negara lain agar menghentikan impor minyak dari Iran mulai November mendatang atau akan mendapat hukuman di sektor finansial.

 

Grafik : Historikal Harga Brent dan WTI (US$/Barrel)

wti brent

Sumber : Investing.com

 

Kenaikan harga minyak mentah mengakibatkan adanya dampak langsung bagi Indonesia yang mengimpor minyak mentah dan BBM sekitar 775 ribu barrel sehari. Semakin tinggi impor tersebut, semakin besar dampaknya terhadap pelemahan kurs rupiah dikarenakan adanya permintaan US Dollar di dalam negeri secara tidak langsung.

Karena permintaan terhadap BBM diperkirakan tidak menurun mengingat tidak terjadi penyesuaian harga BBM yang diatur pemerintah, maka defisit perdagangan berpotensi akan meningkat sehingga turut menekan nilai tukar rupiah yang saat ini berada diatas Rp15.000 per USD.

Perbedaan Minyak Jenis Brent dan WTI

Keduanya termasuk minyak mentah ringan yang terutama digunakan untuk membuat bahan bakar. Kualitas Brent crude oil yang berasal dari sumur di laut utara Eropa dianggap lebih baik daripada WTI (West Texas Intermediate). Selain itu biaya produksi Brent lebih mahal sehingga harganya juga lebih mahal dari WTI. Namun demikian yang dijadikan acuan harga minyak global adalah WTI.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment