Home » Analisa Saham ASII

Analisa Saham ASII

by Hijjah Marhama

A. Emiten Highlight

PT Astra Internasional Tbk (ASII) perusahaan besar yang bergerak dalam Multi Sector Holdings yang mana terdiversivikasi 7 pilar segmen bisnis diantaranya Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi. Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi, serta Properti, hampir mencangkup seluruh aspek sektor yang berjalan di Indonesia.

Di tahun 2021 kemarin ASII berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 25% secara Yoy atau secara nonimal menembus Rp 20.19 Trilliun yang sebelumnya di tahun 2020 hanya mendaptkan Rp 16.16 Trilliun. Pertumbuhan laba ini tentunya juga dibarengi dengan kenaikan dari sisi pendapatan bersih dimana tercatat sebesar Rp 233,48 triliun pada 2021. Perolehan ini naik 33% secara Yoy setelah sebelumnya hanya tercatat Rp 175,04 triliun di tahun 2020.

Di Tahun 2020 tahun pertama saat dilanda pandemic Covid-19 membuat sektor komoditas dan Otomotif anjlok, hal ini juga yang mengakibatkan penurunan drastis pada laba dan pendapatan ASII, namun di tahun 2021 kemarin perbaikan kinerja dari sisi laporan keuangan juga didukung oleh sektor yang sama, yakni Harga komoditas yang melonjak dan kenaikan penjualan motor & mobil yang didukung oleh insentif pajak barang mewah sementara dari pemerintah menjadi faktor utama dari pertumbuhan laba tersebut.

 Untuk Prospek ASII sendiri di tahun 2022 diproyeksikan akan tetap bertumbuh deengan di dukung oleh beberapa katalis positif baik dari kinerja Emiten ASII itu sendiri maupun dari sisi Makro Ekonomi ;

  1. Pada periode Januari 2022 ASII mencatat penjualan mobil mencapai 44.308 unit atau naik 65,14% yoy dibandingkan dengan penjualan yang sama pada Januari 2021 yang hanya sebanyak 26.830 unit.
  2. Segmen bisnis komoditas seperti AALI juga akan mengalami pertumbuhan sepanjang tahun ini mengingat harga CPO yang masih dalam posisi Uptrend didukung dengan Demand CPO yang masih kuat.
  3. Tren Pemulihan Ekonomi yang sudah dilakukan di tahun 2021 dan berlanjut ke 2022 oleh Pemerintah untuk meningkatkan tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat, yang juga akan berdampak ke Otomotif sebagai tonggak bisnis ASII.
  4. Langkah ini juga didukung oleh Pemerintah berlanjutnya PPNBM yang mana dengan kebijakan ini diyakini akan menaikkan utilitas produksi industri komponen otomotif lokal.
  5. Dari ASII nya sendiri pun terus berinovasi dengan mengembangkan mobil listrik yang permintaannya diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.
  6. PT Astra International Tbk. ASII dan Hongkong Land  (HKL) membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan LOGOS SE Asia Pte Ltd untuk mengelola dan mengembangkan gudang logistik modern di Indonesia.
  7. Market share penjualan mobil Astra sepanjang 2021 tercatat mencapai 55%, sedangkan di pasar mobil LCGC mencapai 78%.

B. Analisa saham ASII

1.  Analisa Valuasi

Secara Valuasi Harga saham ASII saat ini masih dinilai murah atau undervalued. Potensial Upside untuk saham ASII adalah 14.6% ke level Rp 6646 atau Range Rp 6600 – 6700.

2.  Forecasting Risk

Maximum potential downside (potensi penurunan maksimal) untuk membatasi risiko berinvestasi di saham ASII adalah sebesar 3.2% terhitung 185 poin.

Artinya, jika ada penurunan yang terjadi pada saham ASII dikemudian hari, nilai penurunan tidak akan lebih dari 185 poin atau maksimal turun ke level Rp 5615.

3.  Analisa Teknikal

Resitance 1      : 5850 – 5900
Resistance 2    : 6000 – 6100
Resistance 3    : 6400 – 6500
Support           : 5675

Insight :
Secara Teknikal kenaikan pada saham ASII diawali dan diikuti dengan volume yang mulai stabil menguat. Indikator lainnya seperti MACD sudah terkonfirmasi Goldencross, dan jika dilihat dari Moneyflow Asing saham ASII mulai di akumulasi oleh Asing
Trading Plan :

BUY area 5700 – 5800. Buy and Hold selama berada di atas 5650. Cutloss jika harga kembali bergerak di bawah 5600.

4.  Analisa Fundamental

Terdapat Hal menarik yang bisa diperhatikan dari data di atas, jika kita lihat Total Asset serta Ekuitas yang masih stabil bertumbuh sejak tahun 2015 diikuti oleh Pendapata dan Laba bersih yang juga meningkat, mengindikasikan secara posisi keuangan ASII masih cukup kuat dari waktu ke waktu, namun terdapat anomaly disini, yakni harga valuasi nya yang semakin murah artinya membuka peluang dan hal yang sangat menarik untuk kita hiraukan.

Jika dilihat dari Ratio profitabilitas ROE dan ROA, Perusahaan ini pun masih sangat baik dalam menghasilkan keuntungan.

C. Kesimpulan

PT. Astra Internasional, dengan lini bisnis yang hampir mencangkup semua segmen ataupun aspek ekonomi di Indonesia, mungkin bisa dikatakan juga ASII menjadi miniatur dari perkembangan ekonomi Indonesia

Diversifikasi lini bisnis yang luas, membuat ASII masih mampu bertahan dari tahun ke tahun dalam berbagai kondisi dan terus bertumbuh dari sisi kinerja perusahaan karena mostly anak perusahaannya pun bergerak dalam sektor Industrial dan cyclical.

Di posisi harga saham ASII saat ini per 25 Februari Closing di 5800, terdapat peluang Reward atau potential upside untuk ASII sebesar 14%-15% dan Risk atau Maximum Potential Downside sebesar 3.2%. Risk Reward yang menarik

Terlihat juga di 2 Minggu terakhir Asing mulai melakukan Akumulasi pada saham ASII.

Disclaimer On

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email