Home » Market Update dan Trading Plan 07 Januari 2022

Market Update dan Trading Plan 07 Januari 2022

by Yully Aeny

Pada perdagangan 06 Januari 2022 IHSG ditutup melemah -0.13% atau -8.948 ke level 6.653,351, dimana asing mencatatkan pembelian bersih Net Foreign (All Market) +641.41 M, Net Foreign (RG Market) +645.22 M, Net Foreign Sell (NG+TN) -3.80 M. Dimana Bursa Asia ditutup bervariasi dan Bursa AS ditutup rata-rata melemah, seperti :

Sentiment Global

Penurunan indeks utama di Wall Street terjadi karena saham teknologi melanjutkan penurunannya seperti Netflix jatuh lebih dari 2%, Apple jatuh lebih dari 1% dan Tesla jatuh lebih dari 2%. Namun, saham yang sensitive terhadap suku bunga naik setelah The Fed mengisyaratkan bank sentral siap untuk menghapus dukungan ekonominya dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

Defisit perdagangan AS meningkat menjadi $80,2 miliar dan tidak sesuai seperti ekspektasi pasar sebesar $77.1 miliar. Impor melonjak 4,6% menjadi $304,4 miliar didorong oleh tingkat pembelian yang semakin luas diantaranya bentuk logam jadi, minyak mentah, dan mobil penumpang. Begitupun ekspor naik tipis 0,2% menjadi $224,2 miliar didorong oleh transportasi dan pengiriman minyak mentah yang lebih tinggi sementara penjualan emas nonmoneter dan barang modal turun (tradingeconomics).

Sementara itu, dari sektor energy sendiri memperoleh keuntungan karena harga minyak AS sempat mencapai $80 per barel, tetapi mungkin akan segera kehabisan tenaga kerja karena varian Omicron mengancam permintaan (investing.com).

Jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat 7.000 menjadi 207.000 naik dari pekan sebelumnya dan berbeda dari ekspektasi pasar sebesar 197.000.

Sentimen Domestik

Pemerintah menyetujui usulan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk property. Insentif PPN DTP akan berlaku pada Januari sampai Juni 2022. Namun, besaran insentifnya akan dikurangi 50%.

Pemerintah menerapkan larangan ekspor batubara yang berlaku mulai 1 hingga 31 Januari 2022. Larangan ekspor ini diterapkan sehubungan dengan rendahnya pasokan batubara untuk pembangkit listrik (kontan.co.id).

Kami memproyeksikan IHSG 07 Januari 2022 bervariasi cenderung melemah , di rentang harga 6.580 – 6.700. Karena larangan ekspor batubara yang diterapkan pemerintah, tingkat kasus varian omicron di Indonesia yang terus bertambah dan kebijakan The Fed untuk menaikkan suku bunga

Rekomendasi Saham

  1. AGII

Support : 1.440

Resistance 1 : 1.680

Resistance 2 : 1.800

Pada 06 Januari 2022, saham AGII ditutup menguat +6.60%. Saham AGII berhasil tembus garis MA5 dan berpotensi melanjutkan kenaikannya karena terdapat sinyal goldencross pada indicator stochastic RSI dan volume buyersnya lebih tinggi dari sebelumnya. Sehingga saham AGII cukup menarik untukjangka pendek atau swing trade.

Opsi 1 : jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa hold dengan target harga di sekitar 1.665-1.680

Opsi 2 : jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli untuk jangka pendekatau swing trade disekitar  harga 1.500-1.535

2. AALI

Support  : 9.500

Resistance : 10.000

Pada 06 Januari 2022, saham AALI ditutup menguat +1.04%. Saham AALI cenderung bergerak sideways. Dilihat dari indicator Stochastic RSI sendiri saat ini bergerak menuju level overbought dan tingkat buyers saham AALI lebih tinggi dari hari sebelumnya, sehingga cukup menarik untuk jangka pendek.

Opsi 1 : jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa di hold dengan target price di sekitar  9.900-10.000

Opsi 2 : jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli untuk jangka pendek disekitarharga 9.575-9.600

Disclaimer On

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email