Home » Market Update dan Trading Plan 25 November 2021

Market Update dan Trading Plan 25 November 2021

by Yully Aeny

Pada perdagangan 24 November 2021 IHSG ditutup melemah -0.08% atau -5.401 ke level 6.683.277, dimana asing mencatatkan pembelian bersih Net Foreign (All Market) +419.20 M, Net Foreign Sell (RG Market) -435.88 M, Net Foreign (NG+TN) +855.08 M. Dimana Bursa Asia dan bursa AS ditutup bervariasi, seperti :

Sentiment Global

Indeks utama Wall Street ditutup bervariasi karena investor membeli kembali saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Pertumbuhan ekonomi AS secara tahunan naik 2,1% pada kuartal 3 2021, sedikit lebih tinggi dari kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar 2,2%. Deflator PDB di AS meningkat menjadi 119,10 poin pada kuartal 3 2021 dari 117,41 poin pada kuartal 2 2021. Pasar tenaga kerja terus menunjukkan kemajuan karena klaim pengangguran turun ke level terendah, yang dimana pada hari Rabu 199.000 orang mengajukan asuransi pengangguran, turun 71.000 dari minggu sebelumnya.

Harga minyak akan tetap menjadi fokus minggu depan menjelang pertemuan OPEC+ menyusul ancaman dari beberapa anggota untuk menunda rencana meningkatkan produksi setelah AS dan Negara-negara penghasil minyak akan memanfaatkan cadangan minyak darurat guna mengekang harga.

Sentimen Domestik

Dalam rangka mencegah penularan Covid 19, Pemprov DKI Jakarta pertimbangkan untuk kembali menerapkan penggunaan SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) di masa Natal dan Tahun Baru 2022. Tidak hanya itu, pemprov DKI Jakarta juga merencanakan akan menambah ruas dan jam operasional ganjil-genap (Stocbit Snips).

Bank Indonesia (BI) pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 3,2%-4%. Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 berada di kisaran 3,5%-4,3%. Namun, BI cukup optimis dengan pertumbuhan ekonomi 2022 yang diprediksi mencapai 4,7%-5,5%.

Kami memproyeksikan IHSG 25 November 2021 bervariasi cenderung melemah, yang dimana pergerakan IHSGnya di rentang harga 6.650 – 6.720.

Rekomendasi Saham

  1. BRIS

Support : 2.010

Resistance : 2.270

Pada 24 November 2021, pergerakan harga saham BRIS ditutup sama dengan harga pembukaan yaitu 2.050. Sudah 5 hari berturut-turun saham BRIS mengalami penurunan, namun pada penutupan hari Rabu terdapat perbaikan dari sisi volume buyers dan dari pergerakan harga sahamnya memiliki potensi untuk recovery yang ditunjukkan oleh keberadaan candle doji star yang artinya adanya keseimbangan kekuatan antara buyer dan seller dalam satu periode.

Katalis : PT Bank Syariah Indonesia Tbk saat ini mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan 7,38% secara (YoY), tidak hanya itu BSI juga mencatatkan pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM sehingga komposisinya hingga September mencapai 22,93%.

Opsi 1 : jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa di hold dengan target harga 2.220-2.270

Opsi 2 : jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli di area 2.040-2.050

2. PGAS (Day Trade)

Support : 1.515

Resistance : 1.700

Pada 24 November 2021, pergerakan harga saham PGAS ditutup menguat 4,21%. Dilihat dari posisi indicator MA5 berada di atas MA20 yang artinya pergerakan harga saham PGAS sedang  dalam trend kenaikan. Di lihat dari volume buyer nya masih cukup tinggi walaupun beda tipis dengan hari sebelumnya. Selain itu, dilihat dari indicator RSI Stochatic pergerakan saham PGAS ini masih terdapat kemungkinan untuk koreksi di waktu dekat.

Katalis : PT Perusahaan Gas Negara Tbk berkomitmen mengambil peran dalam masa transisi ke eneri baru terbarukan (EBT).

Opsi 1 : Jika investor sudah mempunyai sahamnya bisa di Hold dengan target price 1.515

Opsi 2 : Jika investor belum mempunyai sahamnya bisa beli di  area 1.585-1.600

Disclaimer On

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email