Home » Outlook IHSG di bulan November

Outlook IHSG di bulan November

by Hijjah Marhama

Per 15 Oktober 2021, IHSG kembali ditutup menguat di level 6.633, naik 7,2% atau 0,11%. Sempat menembus level 6.500 yakni 6.573 pada hari itu, namun berhasil kembali lagi ke level 6.600 pada penutupan, hal ini juga didorong oleh katalis positif terkait rilisnya laporan keuangan 4 bank terbesar di AS yang keluar solid sehingga berhasil meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energy dan gangguan pada rantai pasok yang mana akan memicu tekanan inflasi.

Secara garis besar, IHSG sudah melaju cukup pesat hingga pertengahan bulan oktober tahun ini dimana sudah tercatat memberikan return positif 5,51%. Dibanding dengan oktober tahun lalu yang hingga akhir oktober hanya mencatatkan return positif sebesar 5,30%. Hal ini didorong oleh hampir seluruh sektor sudah menunjukkan pembalikan arah dan masih rally dari awal oktober. Seperti saham perbankan  yang juga menjadi trigger dari pergerakan IHSG juga sudah melaju cukup pesat dari awal hingga pertengahan oktober 2021 ini, seperti BBCA yang sudah naik 9,29%, BBRI naik 12,21%, BMRI naik 16,26%.

Di sisi lain, sektor mining juga mencatatkan kenaikan cukup besar dan masih terus rally yang diakibatkan dari meningkatnya harga gas alam untuk pembangkit listrik dunia sehingga membutukan coal sebagai energi alternatif, yang mengakibatkan harga coal juga terus meningkat dan berdampak pada pergerakan harga saham didalam negeri. Selain itu penguatan lainnya juga didorong oleh sektor sektor consumer good, konstruksi, property yang mulai rebound.

Secara Teknikal :

IHSG sudah berada di level All Time High nya sepanjang tahun ini, dimana berhasil membreakout resistance sebelumnya dilevel 6.486. Secara RSI IHSG sudah berada di overbought zone yakni 76%. Secara teknikal IHSG terjadi koreksi ketika sudah menyentuh RSI 80%, untuk itu rawan akan adanya penurunan pada IHSG di bulan November nanti. Masih ada potensi kenaikan  dibulan Oktober ini namun hanya tersisa sedikit lagi, dan bisa jadi koreksi ini akan terjadi pada akhir Oktober atau awal bulan November.

Kapan waktu terbaik untuk buyback saham ?

Ketika IHSG sudah mendekati area support yang sebelumnya menjadi resistance yang telah dibreakout yakni di level 6.486. Area level 6.480 – 6.500 menjadi waktu yang baik untuk kembali masuk ke beberapa saham yang berpotensi untuk melanjutkan penguatan di bulan Desember nanti.

Secara Seasonality :

Secara historis 20 tahun kebelakang, November menjadi bulan dengan probabilitas terkecil yakni hanya 47% tidak mencapai setengahnya dari probabilitas 100% untuk memberikan return positif, atau dengan kata lain bulan terjadinya koreksi setelah kenaikan pada bulan Oktober dan sebelumnya lanjutan penguatan harga di bulan Desember.

Bagaimana strategi untuk mensiasati bulan November di tahun ini ?

  1. Jika ingin trading, lakukanlah pada saham saham yang memiliki beta kurang dari satu namun tetap memiliki kinerja yang solid. Karena pada saham yang memiliki beta dibawah 1 memiliki sensitifitas yang rendah terhadap IHSG. Jadi ketika IHSG sedang terkoreksi, penurunan pada saham tersebut juga tidak terlalu dalam.
  2. Membeli saham yang masih murah dan berkinerja baik. Dari sisi fundamental dapat dilihat dengan bantuan nilai PBV dan PE nya, apakah saham tersebut masih undervalued atau sudah overvalued. Jika dari sisi teknikal dapat dilihat dengan bantuan Indikator RSI untuk melihat apakah saham tersebut masih di zona oversold atau sudah overbought. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan saham saham yang masih memiliki potensi kenaikan (ketika masih diposisi undervalued / oversold) dan terhindar dari membeli saham saham yang berpotensi akan mengalami penurunan (ketika sudah overvalued / overbought).

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat 🙂

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email