Home » Stock Pick Republik Investor Bulan Oktober

Stock Pick Republik Investor Bulan Oktober

by Alfyn Wendy

Proyeksi Bulan Oktober

Katalis positif yang pertama datang dari Indeks PMI Indonesia yang berada di level 52,2 pada September 2021 lalu, naik dari posisi 43,7 pada agustus lalu. Angka indeks PMI diatas 50 ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur telah Kembali berekspansi setelah 2 bulan sebelumnya berada dibawah posisi 50. Hal ini akan mempengaruhi optimisme para investor untuk di bulan Oktober ini.

Kemudian Berdasarkan data historical dalam 10 tahun terakhir, IHSG memiliki probabilitas 80% untuk rebound di akhir tahun. Dilanjutkan dengan koreksi wajar bulan November menyusul adanya percepatan Tapering Off the Fed. Sebagai pertimbangan IHSG memiliki probabilitas turun sebesar 70% pada bulan November 2021. Selain itu di bulan Oktober ini, yang perlu diperhatikan adalah adjustment IHSG dengan free float basis. Dengan tahapan Migrasi IHSG dari Market Cap ke Free Float, mulai Oktober 2021- April 2022 sebagai berikut :

  1. Stage 1: free float shares + 70% non free float shares
  2. Stage 2: free float shares + 40% non free float shares
  3. Stage 3: free float shares + 0% non free float shares (full free float)

Strategi Stock Pick Republik Investor bulan Oktober 2021

Kami memiliki strategi filtering untuk stock pick bulan Oktober 2021:

  1. Saham yang sensitif  dengan mobilitas dan cyclical yang masih lagging maupun sudah terapresiasi oleh pasar
  2. Rebalancing IHSG dari market cap ke free float dengan memilih saham-saham yang mempunyai kenaikan kontirbusi terhadap index
  3. Memasukkan factor ESG kedalam beberapa stockpick
  4. Memiliki probabilitas kenaikan di atas 60 % di bulan Oktober (berdasarkan historis 10 tahun terakhir),
  5. Memiliki sinyal kenaikan pada analisis teknikal dan masih memiliki potensial upside yang lebar

Saham Pilihan Oktober 2021

Teknikal Saham Weekly

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Support 1 = 1110          Resistance 1 = 1.350

Support 2 = 885                       Resistance 2 = 1.590

Katalis:

Naiknya harga gas alam ditengah krisis energy dan Proyek Sinergi Migas Nasional. Hal tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan dari PGAS. Pada Q2 2021 laba bersih dari PGAS melesat 692%.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Support 1 = 3.470       Resistance 1 = 4.190

Support2 = 3.140        Resistance 2 = 4.830

Katalis:

Suksesnya Right Issue yang dilaksanakan BBRI, untuk mengakuisisi PNM & Pegadaian membuat relaksaksi ruang tumbuh bagi BBRI kedepanya. Dan diketahui juga jajaran direksi BBRI menambah kepemilikan sahamnya. Menandakan kepercayaan manajemen untuk masa depan BBRI.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Support1 = 4.850        Resistance 1 = 5.975

Support2 = 4.425        Resistance 2 = 6.755

Katalis:

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. akan menggunakan materai elektronik di lingkungan BNI Group guna mendukung transaksi keuangan digital di Indonesia.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Support 1 = 885          Resistance 1 = 1.070

Support2 = 980           Resistance 2 = 1.145

Katalis:

BSDE membukukan Pendapatan senilai Rp3,25 triliun. Naik 39,19 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BSDE juga mengembangkan bisnis data center sebagai diversifikasi usaha dan menarik calon mitra baru.

PT Waskita Karya (Persero ) Tbk

Support1 = 810           Resistance 1 = 1.030

Support2 = 710           Resistance 2 = 1.240

Katalis:

Proses divestasi jalan tol yang sudah maupun akan berlangsung bakal melonggarkan likuiditas WSKT. Tak hanya itu, Waskita Karya juga akan menerima dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun dari pemerintah lewat aksi rights issue pada akhir tahun ini.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

Support1 = 800           Resistance 1 = 880

Support2 = 750           Resistance 2 = 945

Katalis:

Kenaikan harga CPO kelihatan belum terlalu terefleksi di harga saham perusahaan. TBLA mempunyai PER yang relative murah diangka 6,1x dan PBV 0,7 dengan ROE 12,1%.

PT Elnusa Tbk (ELSA)

Support1 = 294           Resistance 1 = 316

Support2 = 256           Resistance 2 = 358

Katalis:

Harga minyak dunia terus naik untuk Crude Oil WTI berada dalam harga US$ 75.88 per barrel sementara Brent Oil berada di harga  US$ 79,28 per barrel.

PT Ultrajaya Milk Industry Tbk

Support1 = 1.495        Resistance 1 = 1.600

Support2 = 1.450        Resistance 2 = 1.700

Katalis:

ULTJ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam sektor consumer, yang masih bertumbuh dengan ROE saat ini 31,7% dan memiliki rasio PER yang masih murah diangka 13,5%.  Ruang tumbuh ULTJ juga masih luas untuk penjualan susu UHT.

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat 🙂

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email