Home » Saham-Saham Pilihan Sambut Window Dressing

Saham-Saham Pilihan Sambut Window Dressing

by Alfyn Wendy

Apa Itu Window Dressing?

Dalam dunia pasar modal, istilah window dressing adalah kesempatan emas untuk membeli saham. Window dressing adalah suatu kondisi dimana harga saham-saham di bursa khsususnya bursa efek Indonesia mengalami kenaikan pada akhir tahun. Fenomena ini disebabkan oleh para emiten yang melakukan strategi mempercantik laporan keuangan agar terlihat “cantik” dimata investor. Caranya adalah dengan melakukan trik-trik dan memanipulasi catatan akuntansi menaikkan laba perusahaan, menunda pembagian dividen sehingga saldo laba tampak gemuk, menukar penyusutan dipercepat dengan garis lurus agar biaya penyusutan dapat diminimalisir, menunda pembayaran tagihan nasabah, dan segala bentuk manipulasi akuntansi lainnya.

Jangan Asal Pilih Saham

Investor hendaknya memilih secara cermat, jangan asal pilih dan asal ikut rekomendasi. Baca laporan keuanganya dan teliti dan perhatikan akun-akun yang sekiranya gampang dimanipulasi, seperti laba rugi usaha. Kita harus tahu darimana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan apakah dari aktivitas operasi atau justru pendapatan diluar itu. selain itu gunakan pendekatan secara teknikal untuk mengetahui entry pointnya. Selanjutnya tetap gunakan alokasi dana yang baik dengan menggunakan money manajemen yang tepat. Diversifikasi juga tidak kalah penting untuk mengurangi risiko investasi. Dalam artikel ini tim dari Republik Investor akan membagikan rekomendasi saham-saham pilihan berdasarkan sektornya, yang mempunyai kinerja yang baik secara fundamental dan masih dihargai murah. Tentunya kami hanya sekedar merekomendasi keputusan investasi tetap berada pada anda sendiri. Disclaimer On

Sektor Energy

Dalam beberapa waktu belakangan, saham-saham yang berada dalam sektor ini mendapatkan angin segar dikarenakan naiknya harga-harga komoditas. Terutama batubara yang saat ini menjadi primadona. Dimana harga batubara per  27 September 2021 adalah US$ 181 pmt atau sudah naik 124% secara ytd, lalu ada komoditas minyak bumi yang (Crude Oil) yang tembus harga US$ 76 per barel atau naik 53% ytd.   berikut saham saham pilihan dalam sektor Energy.

Sektor Barang Baku (Basic Materials)

Dalam sektor barang baku (Basic Materials), terdapat beberapa emiten yang secara valuasi masih murah namun memiliki kinerja yang baik. sebut saja TKIM  yang penjualannya naik 16,45% yoy menjadi US$ 524,11 juta. Sementara itu, laba bersih melonjak hingga 32,14% yoy menjadi US$ 118,40 juta. Sementara itu index PMI bulan Agustus masih sebesar 43,7 artinya masih terjadi kontraksi namun lebih baik taripada bulan Juli yang berada pada anagka 40,1. Walaupun demikian aktivitas operasional perusahaan masih terganggu dengan adanya PPKM yang masih berlaku di beberapa daerah. Namun kami optimis pada bulan September ini dimana PPKM sduah diturunkan levelnya maka akan memicu kembali gairah perekonomian dan membangkitkan lagi aktivitas manufaktur. Sementara itu beberapa komoditas penunjang sektor ini juga mengalami kenaikan. Alumunium naik 46% Ytd ke harga US$ 2.892 per ton, nickel naik 17,23% ytd ke harga US$ 19.405 per ton.

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat 🙂

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email