Home » Ini Daftar Saham LQ45 yang sedang Discount

Ini Daftar Saham LQ45 yang sedang Discount

by Yully Aeny

Indeks LQ45 merupakan indeks untuk mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik (idx.co.id). Pada penutupan perdagangan 27 Agustus 2021 IHSG ditutup melemah -0,28% atau -16,714 poin ke harga 6.041,37, begitupun dengan  Indeks LQ45 yang ditutup melemah -0,53% atau -4,49% ke harga 857,71.

Emang ada ya saham yang discount ?

Jawabanya ada, saham discount itu saham yang harganya sudah di bawah nilai wajarnya atau termasuk kategori murah  dan saham tersebut memiliki potensi untuk naik kembali dalam jangka pendek. Biasanya yang menjadikan saham tersebut rebound yakni adanya sentiment positif yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, baik dalam segi teknikal dan fundamentalnya.

Disini mari kita lihat dari segi fundamentalnya, terdapat beberapa saham-saham LQ45 yang harganya termasuk murah dan memiliki potensi rebound. Dapat dilihat dari nilai PER dan PBV nya :

SektorPER AveragePVB Average
Barang Baku76.09x1.53x
Barang Konsumen Non Primer59.45x4.76x
Barang Konsumen Primer11.16x3.30x
Energi-49.56x-0.02x
Infrastruktur-80.75x0.04x
Kesehatan173.53x4.09x
Keuangan27.59x3.85x
Perindustrian37.78x1.62x
Property Dan Real Estat15.41x1.30x
Teknologi595.36x20.73x
Transportasi Dan Logistik-33.24x6.11x
No.KodeNama SahamPERPBV
1ASIIAstra International Tbk.11.58x1.26x
2BBNIBank Negara Indonesia (Persero) Tbk.9.83x0.85x
3BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.18.99x2.4x
4BBTNBank Tabungan Negara (Persero) Tbk.8.06x0.74x
5BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.10.83x1.43x
6BSDEBumi Serpong Damai Tbk.14.17x0.63x
7ERAAErajaya Swasembada Tbk.7.92x1.55x
8INDFIndofood Sukses Makmur Tbk.8.22x1.23x
9INKPIndah Kiat Pulp & Paper Tbk.4.54x0.57x
10JPFAJapfa Comfeed Indonesia Tbk.6.61x1.75x
11KLBFKalbe Farma Tbk.21.37x3.58x
12MNCNMedia Nusantara Citra Tbk.5.3x0.79x
13TKIMPabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.6.1x0.89x
14UNTRUnited Tractors Tbk.8.04x1.12x

Dari 45 saham yang telah di bandingkan dengan PER dan PBV average sektor yang berkaitan, dihasilkan 14 saham yang termasuk dalam kategori undervalue atau harganya dapat dibilang di bawah nilai wajarnya. Berikut beberapa sentiment yang mendukung adanya rebound pada saham-saham diatas, diantaranya :

  1. Pada semester II 2021, saham ASII berhasil mencatatkan penjualan lebih besar dari tahun sebelumnya. Serta laba bersih yang diperoleh pada kuartal II lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
  2. PT BNI telah menyiapkan strategi apabila The Fed melakukan pengetatan kebijakan moneter, strateginya berupa reprofiling surat berharga yaitu shortening duration atau penempatan dana pada SBN tenor pendek dengan resiko marked-to-market yang lebih rendah dan terukur.
  3. PT BBRI memiliki rencana Right Issue, dan menawarkan saham Seri B sebanyak 28.677 miliar. Dana hasil dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pembentukan holding BUMN Ultra Mikro.
  4. Kebutuhan akan rumah di berbagai daerah cukup tinggi dan masyarakat yang belum memiliki rumah juga masih banyak, maka dari itu pemerintah sangat memperhatikan sektor perumahan rakyat. PT BBTN  telah menyiapkan strategi untuk membantu pemerintah yaitu bermitra dengan asosiasi pengembang perumahan, BP Tapera dan SMF dalam penyaluran rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
  5. Seiring berkembangnya system digitalisasi perbankan, PT BMRI memperkenalkan mesin Electronic Data Capture (EDC) Android yang akan meningkatkan kemudahan layanan dan kenyamanan transaksi nasabah.
  6. Pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) yang diberikan pemerintah terhadap sektor property membuat emiten BSDE ini mencatatkan penjualan pada kuartal II 2021 tumbuh sebesar Rp3,25 triliun dari kuartal II 2020 Rp2,33 triliun, penjualan terbesar di dominasi oleh tanah dan bangunan sebesar Rp2,44 triliun.
  7. PT Erajaya Swasembada pada kuartal II 2021 mencatatkan penjualan lebih tinggi dari kuartal II 2020, adanya pembatasan aktivitas diluar ruangan yang memaksakan masyarakat untuk melakukan  work from home dan school from home sehingga kebutuhan masyarakat terhadap handset dan device lainnya meningkat.
  8. PT INDF berhasil membukukan laba bersih pada kuartal II 2021 yang tumbuh lebih tinggi dari kuartal II tahun 2020, dan PT INDF memutuskan untuk membagikan dividen untuk hasil kinerja tahun buku 2020.
  9. Emiten TKIM dan INKP di konfirmasikan akan melakukan pembagian dividen untuk hasil kinerja  tahun buku 2020. INKP berencana menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp4 triliun untuk membayar utang dan untuk modal kerja.
  10. Pada kuartal II 2021 JPFA mencatatkan laba bersih dari tahun sebelumnya.
  11. Emiten KLBF masih dalam tren pelemahan, sehingga KLBF berencana untuk melakukan buyback saham sebesar Rp250 miliar guna untuk menahan tren pelemahannya.
  12. Serupa dengan KLBF saham MNCN pun akan melakukan buyback saham.
  13. Seiring dengan harga batu bara yang mengalami tren penguatan tingkat penjualan alat berat emiten UNTR melebihi target.

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email