Home » Horeee… Penerimaan Pajak Mencapai 84,4% Dari Target

Horeee… Penerimaan Pajak Mencapai 84,4% Dari Target

by Rizki Aditya Bahari

Awalnya terdapat kekhawatiran atas penerimaan pajak yang jauh mencapai dari target pajak karena beberapa hal yaitu salah satunya karena penurunan ambang batas pembebasan bea masuk (de minimis) impor barang kiriman dari semula free-on-board US$75 menjadi US$3. Batas US$75 sendiri sudah diturunkan pada 2018 dari sebelumnya US$100, dan faktor-faktor lain yang mempengengaruhi penerimaan penerimaan pajak di tahun 2019 seperti efek perlambatan ekonomi dan masih rendahnya kesadaran wajib pajak untuk membayarkan kewajiban perpajakannya

Walaupun secara tren histori tidak tercapainya target penerimaan pajak kembali berulang pada 2019, namun realisasi penerimaan pajak tahun ini cukup bagus mencapai 84,4% dari target sebesar Rp1.577,56 triliun.

Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati selasa kemarin (7/1/2020) menyelenggarakan konferensi pers terkait realisasi APBN 2019. Beliau menyampaikan beberapa hal yaitu terkait dengan realisasi penerimaan pajak tahun lalu mencapai Rp1.332,1 triliun atau 84,4% dari target. Pertumbuhan hanya 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Lemahnya penerimaan karena banyak terlihat pelaku ekonomi yang mengalami tekanan baik badan maupun korporasi dari sisi revenue,” menurut Sri Mulyani pada konferensi pers hari selasa lalu.

Selanjutnya Beliau menambahkan “Tekanan yang terjadi pada perekonomian berpengaruh pada fiskal dan ini terlihat dari penerimaan negara, terutama pajak,”

Tekanan-tekanan yang terjadi yang di dapat oleh Indonesia menurut Sri Mulyani sangat berpengaruh pada penerimaan pajak tahun ini

Ada beberapa pos pendapatan yang sangat  jomplang jika dibandingkan dengan tahun lalu yaitu pada pos Realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas yang tahun lalu tembus mencapai lebih dari 160% dari target, namun sangat berbeda jauh pada tahun ini yang hanya mencapai Rp59,1 triliun atau 89,3% dari target. Sisa pos penerimimaan yaitu pada pos realisasi pajak nonmigas yang hanya mencapai Rp1.273 triliun atau sekitar 84,2% dari target. Berikut adalah penjelasan rincin lebih detailnya terkait dengan penerimaan pajak tahun 2019.

Oleh karena itu, kita dapat mengetahui shortfall atau selisih antara realisasi dan target penerimaan pajak pada tahun lalu yaitu mencapai sebesar Rp245,5. Dengan capaian itu, shortfall tahun ini tercatat lebih besar dibandingkan capaian 2018 dan 2017.

Namun demikian, kita sangat perlu memberikan apresiasi atas kinerja yang dilakukan oleh kementrian keuangan, realisasi tersebut masih sangat lebih baik jika dibandingkan dengan posisi 2016. Pada 2016, realisasi penerimaan pajak Rp1105,97 atau sekitar 81,61% terhadap target APBNP. Angka shortfall saat itu mencapai Rp249 triliun.

Realisasi shortfall penerimaan pajak tahun melebar dari outlook pemerintah sebelumnya. Dalam prognosis pada semester I/2019, pemerintah memproyeksi penerimaan pajak bisa mencapai 91% dari target atau dengan shortfall Rp140 triliun.

Begitulah hasil penerimaan pajak tahun 2019, semoga di tahun 2020 ini kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah akan kencedung untuk dapat menambah penerimaan negara dari sisi pajak dan pertumbuhan ekonomi semakin cepat dan semakin membaik dari periode-periode sebelumnya.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email