Investasi di pasar modal khususnya saham merupakan keputusan investasi yang memiliki resiko tinggi karna pergerakan harga saham yang cenderung lebih fluktuatif. Dari sebagian orang yang investasi di saham tidak sedikit dari mereka yang mengalami kerugian.

Sebagian mengalami kerugian dikarenakan para trader saham terjebak pada saham- saham yang tidak mempunyai fundamental yang baik. Fluktuasi harga yang dapat naik tinggi menjadi alasan beberapa trader terjebak di saham – saham tersebut.

Namun sudah beberapa kali saham tersebut memakan korban yang banyak merugikan investor. Contoh baru baru ini ada kejadian dimana perusahaan PT Hanson International Tbk (MYRX) harga sahamnya turun hingga saat ini berada di harga Rp 50. Perusahaan dikenai denda oleh OJK karena perusahaan menghimpun dana nasabah yang kemudian menjanjikan memberikan imbal hasil sebesar 12% per tahun.

Padahal sudah jelas diatur, MYRX sebagai perusahaan publik di sektor properti tidak mempunyai kewenangan menghimpun dana nasabah dalam bentuk deposito karena bukan lembaga keuangan atau perbankan.

Selanjutnya beberapa saham ini juga di denda oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karna hingga saat ini belum menyampaikan laporan keuangannya kepada publik. Berikut merupakan nama – nama perusahaan tersebut.

  1. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA).
    AISA belum menyampaikan laporan keuangan sejak Juni 2019 dan belum membayar denda.
  2. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
    BORN belum menyampaikan laporan keuangan sejak Juni 2019 dan belum membayar denda.
  3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
    ELTY belum membayar denda dan sampai saat ini suspen di pasar reguler dan tunai sejak 1 juli 2019.
  4. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
    GOLL belum menyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.
  5. PT Simagold Inti Perkasa Tbk (TMPI)
    TMPI belum meyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.
  6. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
    SUGI belum menyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.
  7. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)
    GREN belum menyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.
  8. PT Nipres Tbk (NIPS)
    NIPS belum menyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.
  9. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA)
    CKRA belum menyampaikan laporan keuangan sejak juni 2019 dan belum membayar denda.

Berikut merupakan 9 perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan dan belum membayar denda kepada Bursa efek. Semoga dengan artikel ini menjadi tambahan informasi bagi teman-teman untuk selalu cermat dalam menentukan saham yang ingin dipilih.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email