Home » Sepanjang 2019, Kinerja IHSG dan Bursa Malaysia Terburuk di ASEAN

Sepanjang 2019, Kinerja IHSG dan Bursa Malaysia Terburuk di ASEAN

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Perdagangan pasar saham Indonesia selama sepekan bervariasi. Mengutip catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata nilai transkasi meningkat sebesar 3,09 persen menjadi Rp7,991 triliun dari Rp7,751 triliun pada penutupan pekan yang lalu.

Kemudian peningkatan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi bursa pada tingkat 4,08 persen atau sebesar 14,634 miliar unit saham dari 14,060 miliar unit saham selama sepekan sebelumnya.

Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi di BEI juga bertumbuh sebesar 14,55 persen atau sebanyak 491,470 ribu kali transaksi dari 429,031 ribu kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Namun kenaikan tidak dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa, yaitu perubahan sebesar 2,19 persen pada IHSG atau ditutup sebesar 6.061,252 dari 6.196,889 pada pekan sebelumnya.

Kemudian untuk kapitalisasi pasar bursa mengalami perubahan sebesar 2,20 persen atau sebesar Rp6.966,669 triliun dari Rp7.123,480 triliun pada penutupan minggu lalu. Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp51,797 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp474,80 miliar.

IHSG di ASEAN Terburuk kelima Setelah Malaysia

Sumber : IDX.co.id

IHSG yang saat ini berada di level 6.061, mempunyai kinerja year to date -2,15%, terburuk kedua setelah Malaysia yang catatkan performa -7,86%. Adapun sentiment yang membayangi pergerakan IHSG saat ini, adalah :

1. Pernyataan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan iklim investasi. Di samping itu, investor juga mulai berspekulasi terkait susunan kabinet pemerintahan yang baru.

2. Sementara itu, dari sisi eksternal, sentimennya adalah isu pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang dapat memicu penguatan nilai tukar rupiah.

Isu pemangkasan suku bunga ini timbul mengingat data tenaga kerja dan manufaktur AS terbaru memperlihatkan hasil yang kurang memuaskan. Sentimen lainnya yang masih membayangi pergerakan IHSG adalah spekulasi atas hasil negosiasi perang dagang antara AS dan China. Ditambah lagi, investor masih menunggu rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan September yang diperkirakan masih kurang bagus.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email