Home » Growth AUM Reksadana Syariah Kini Lebih Cepat dibanding Reksadana Konvensional

Growth AUM Reksadana Syariah Kini Lebih Cepat dibanding Reksadana Konvensional

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Otoritas Jasa Keuangan telah merilis data statistik industri reksadana di Indonesia. Jika berbicara mengenai dana kelolaan (AUM) dan membedakannya antara Syariah dan konvensional, sejak 2010 kedua jenis AUM reksadana tersebut mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga bulan Agustus 2019, tercatat total AUM reksadana telah mencapai Rp538 triliun, yang terdiri dari Rp50,3 triliun merupakan AUM reksadana Syariah dan Rp487,77 triliun merupakan AUM reksadana konvensional.

Sejak 2010, AUM total reksadana hanya Rp149 triliun, yang terdiri dari Rp5,22 triliun merupakan AUM reksadana Syariah dan Rp143,86 triliun merupakan AUM reksadana konvensional. Jika dilihat lebih detail dari sisi pertumbuhan jumlah AUM reksadana saat ini, tercatat pertumbuhan AUM reksadana Syariah lebih unggul dibanding pertumbuhan AUM reksadana konvensional. Hal ini dapat dilihat dari grafik di bawah ini.

Grafik : Historikal Perbandingan Jumlah AUM Reksadana (RP Triliun)

Mengacu pada grafik diatas, pertumbuhan (CAGR) AUM reksadana Syariah sejak 2010 hingga Agustus 2019 mencatatkan growth 25,42% per tahun. Meski secara nominal AUM lebih sedikit, menariknya pertumbuhan jumlah AUM reksadana Syariah lebih tinggi, baik dibandingkan jumlah pertumbuhan AUM industry reksadana secara umum, yang hanya 13,69%, maupun jika dibandingkan terhadap pertumbuhan AUM reksadana konvensional, yang hanya 12,99%.

Sehingga dapat dikatakan jika AUM reksadana Syariah saat ini mempunyai pertumbuhan AUM yang lebih tinggi secara persentase jika dibandingkan reksadana konvensional.

***

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email