Home » Bandarmologi VS Rumor (Study Case APLN)

Bandarmologi VS Rumor (Study Case APLN)

by Hendra Wardana

Bandarmology adalah sebuah teknik analisa saham untuk memperkirakan cashflow dan kekuatan buyer di suatu saham.

Dan sama seperti analisa teknikal lainnya, bandarmology merupakan hasil asumsi dari berbagai data yang kita baca berdasarkan data yang ada di system online trading.

Namun, jika dibandingkan dengan teknik-teknik lainnya, saya rasa Bandarmology adalah yang paling simple, mudah dipraktekkan dan memiliki winning rate yang cukup tinggi.

Analisa ini didasarkan pada data kekuatan buyer seller, value dan volume harian serta siapa big buyer dan big seller-nya

Dalam artikel ini kita akan membahas saham APLN yang sejak hari selasa 03-09-2019 kemarin diperbincangkan oleh kalangan investor karena mengalami kenaikan sampai level tertingginya 35% walaupun ditutup 238 naik 26,60% atau 50 Point dari harga 190.

Analisa Bandarmology APLN

Tujuan kita sebagai investor ataupun trader dipasar saham adalah mendapatkan keuntungan/ Capital Gain atau dividen

Mungkin dikalangan Investor bertanya- tanya kenapa saham APLN yang notabene pendapatannya minus tapi pada Selasa 03-09-2019 terus mengalami penaikan yang sangat luar biasa.

Penguatan saham tersebut berlangsung ditengah kondisi perusahaan yang sedang sulit menghimpun dana untuk membayar utang 1,3 T yang akan jatuh tempo pada September 2019.

Pergerakan saham APLN sendiri mengalami penguatan karena adanya rumor dikalangan investor terkait dengan penjualan salah satu mall APLN, yakni Central Park Di Jakarta Barat, tapi rumor tersebut segera dibantah Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas kepada Katadata.co.id pada Selasa (3/9).

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membantah isu yang beredar mengenai rencana perseroan menjual pusat perbelanjaan Central Park di Jakarta senilai Rp 4 triliun. Agung Podomoro menyatakan sebagai perusahaan yang melantai di pasar modal, bakal menyampaikan informasi dari setiap rencana aksi korporasi. “Wah, rumor ini saya justru tahunya dari media juga,” kata Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas kepada Katadata.co.id pada Selasa (3/9).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Agung Podomoro Bantah Isu Jual Central Park untuk Bayar Utang” , https://katadata.co.id/berita/2019/09/03/agung-podomoro-bantah-isu-jual-central-park-untuk-bayar-utang

Pada tahun awal tahun 2019 sampai saat ini saham APLN bergerak diarea 154-272, bahkan 11 oktober 2018 saham APLN sempat  diperdagangkan diharga 131 mengalami pelemahan terendahnya sepanjang saham tersebut listing di BEI. tersebut,

Tetapi pada Selasa kemarin 03-09-2019 2019 saham APLN bergerak sangat fantastis, bagi Alumni Kentara/ Republik Investor yang mengikuti saham ini pasti mengerti akan pola yang dilakukan para market maker disaham ini.

Ditahun 2019 saham APLN bergerak dari harga Rp 152  sampai tertingginya di area Rp272 terjadi pada 26 Juni 2019.

Sedangkan value rata- rata saham APLN ditahun 2019 ditransaksikan dengan value rata- rata 1-200 Milyard dan bisa kita lihat value ditahun 2018 ke 2019 mengalami peningkatan lebih dari 10x lipat.

Value APLN  2018 ( MANDIRI SEKURITAS)
Value APLN 2019 ( MANDIRI SEKURITAS)

Setelah menyentuh harga tertingginya, saham ini terkoreksi cukup dalam ke harga Rp167 pada 06-08-2019. Hal yang menarik justru terjadi pada selasa 03-09-2019 karena terjadi akumulasi yang sangat besar dilakukan oleh AB PD (Indo premier)

Indo Premier (PD) mengakumulasi saham ini dengan volume yang cukup besar dan harga rata-rata Rp235 dengan total value net sebesar 43,9M (03-09-2019).

Stockbit

Jadi sangat wajar jika saham APLN tersebut mengalami penguatan yang sangat signifikan, nilai transaksi yang di lakukan oleh Indo Premier (PD)  pun terbilang sangat fantastis walaupun saham APLN memiliki laporan keuangan yang negatif

Sejauh yang kami tahu, sekuritas PD adalah salah satu sekuritas terbaik yang ada di Indonesia. Kami meyakini saat mereka ( Big Fund ) membeli suatu saham dengan jumlah yang sangat besar  “niat” untuk membeli. Ini asumsi kami.

Dengan data akumulasi yang sangat signifikan tersebut, sayapun ikut scalping pada 03-09-2019 diharga 240 dan jual kembali saham tersebut diharga 246.

APLN Next….

Lalu bagaimana APLN selanjutnya?

Menurut kami saham APLN  masih akan mengalami penguatan lanjutan terlihat dari data value transaksi yang masih sangat tinggi, serta akumulasi yang dilakukan Indo Premier (PD) di harga rata-rata Rp235 yang terlihat gambar diatas pada selasa 03-09-2019.

Dari data yang tersaji dibawahpun terlihat saham APLN dari Januari- 04 September 2019 masih terjadi Big Akumulasi yang dilakukan oleh Indo Primier (PD) diharga 217 dengan total net value sebesar 42,5 Milyard.

stockbit

Namun tentu risiko yang dimiliki saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali kami merekomendasikan saham APLN,

Artikel tersebut berdasarkan analisis Bandarmology/ Broker Summary, tanpa mempertimbangkan Informasi kedepan seperti Obligasi APLN yang akan jatuh tempo pada akhir September 2019 ini.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email