Home » KENAPA GGRM TURUN ?

KENAPA GGRM TURUN ?

by Raden Bagus Bima

Apa yang menyebabkan penurunan GGRM dihari ini ?, Beberapa hal yang bisa kita cermati adalah dari hasil penyelengaraan Pubex yang emiten lakukan di minggu ini.

Jadi memang benar beberapa hari lalu GGRM telah menyelenggarakan Public Expose hari Selasa lalu yang hasilnya sebagai berikut :

  • Kenaikan penjualan pada semester I 2019 sebesar 16,4% YoY menjadi Rp 52 T.
  • Kenaikan penjualan ini di dukung oleh volume dari peningkatan sigaret sebesar 46,6 miliar batang di bandingkan tahun 2018 yang hanya 40,6 miliar batang, sehingga EBIT meningkat 20,2% YoY menjadi Rp 5,7 Trilun;
  • GGRM fokus kepada penjualan produk baru yakni Gudang Garam Patra (sigaret kretek tangan), penjualannya sendiri baru di fokuskan di area Jawa Barat dan di launching pada tanggal 5 Agustus 2019, pemilihan jawa barat ini dikarenakan penjualan produk sigaret kretek tangan masih baik di daerah tersebut;
  • Secara sectoral, volume produksi rokok mengalami penurunan menurut Nielsen current market data sebesar 8,6%. Berdanding terbalik terhadap GGRM yang mengalami peningkatan volume produksi sebesar 14% YoY;
  • Untuk market share GGRM pd 1H18 sebesar 22,2%, bertumbuh menjadi 25,7%;
  • Sejauh ini GGRM masih melanjutkan proyek bandara di Kediri dan infrastruktur dengan target belum di ketahui pasti.

Dari hasil paparan yang disampaikan oleh tim managment, dilanjutkan dengan adanya tanya jawab dari berbagai media, hasil rangkumanya sebagai berikut :

1.      Imron – MNC Sekuritas

Pertanyaan :

Gudang Garam akan mendirikan bandara, masuk ke sektor infrastruktur, apa kiat2nya mengingat Perseroan bergerak di bidang consumer goods?

Jawaban :

Proyek bandara dan infrastruktur tidak murni merupakan bisnis unit yang bertujuan mengejar keuntungan. Prinsip Perseroan adalah untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi nasional dan daerah.

2.      Edwin – EWP Capital

Pertanyaan:

Mengapa Gudang Garam Patra dilaunch di Jawa Barat mengingat tempat kedudukan perusahaan di Jawa Timur? Apakah dapat dijelaskan produk baru ini untuk segmen mana?

Jawaban:

Perseroan melihat Jawa Barat memiliki pasar SKT yang bagus. Launching produk baru tidak harus dilakukan di tempat kedudukan perusahaan.

3.     Christine – Mirae Asset

Pertanyaan :

       Market share Gudang Garam untuk semester I 2018 dan semester I 2019?

Jawaban :

Menurut data Nielsen saat ini, market share Gudang Garam untuk semester I 2018 adalah 22,2% dan semester I 2019 adalah 25,7%

 

4.      Webinar – investor

Pertanyaan:

b. Saat ini Harga saham GGRM sudah tinggi, apakah ada rencana untuk stock split agar harganya terjangkau bagi investor.

a. Bagaimana dampak rencana kenaikan cukai 10% tahun depan bagi perusahaan dan strategi Gudang Garam dalam mengatasi hal tersebut, apakah ada rencana untuk menaikkan average selling price?

Jawaban:

a. Sementara ini Perseroan belum memiliki rencana stock split. Bila ada rencana untuk melakukan stock split, maka Perseroan akan mengumumkannya dan mengikuti ketentuan OJK.

b. Perseroan sudah mengalami berbagai kenaikan cukai dari 10% hingga 15%, kenaikan cukai merupakan kenaikan biaya bagi Perseroan. Perseroan tidak mengatasi namun mengikuti kenaikan cukai yang merupakan ketentuan pemerintah. Biaya kenaikan dapat diteruskan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi/daya beli masyarakat khususnya konsumen dari kalangan yang lebih rendah.

5. Deddy – Credit Suisse

Pertanyaan:

a. Export sales volume semester I 2018 dan 2019.
b. SKM LTN semester I 2018 menurun namun semester I 2019 meningkat tinggi, mohon dapat dijelaskan alasannya.

Jawaban:

a. Export sales volume semester I 2018: 1,3 miliar batang, semester I 2019: 960 juta batang
b. Di 2018 penurunan SKM LTN disebabkan oleh kenaikan harga jual produk Gudang Garam termasuk Pro Mild yang harganya ikut mengalami kenaikan. Ketika rokok-rokok lainnya juga sudah menyesuaikan harga, volume SKM LTN perusahaan mulai rebound sedikit di tahun 2019.

6. Kurniawan – Dana Pensiun Bank Mandiri

Pertanyaan:

a. Market share per jenis rokok?
b. Penurunan volume industri 8,6% di semester I disebabkan oleh minat masyarakat menurun atau hanya bersifat seasonal?

Jawaban:

a. Kami tidak memberikan market share berdasarkan segmen, namun berupa bauran volume penjualan menurut jenis. Sebagaimana dapat dilihat di slide kami, di Juni 2018 total volume penjualan Gudang Garam 40,6 miliar batang, meningkat menjadi 46,6 miliar batang di Juni 2019 atau sebesar 15%. Di bar paling atas, SKT 4,1 miliar batang di Juni 2018 meningkat menjadi 4,2 miliar batang di Juni 2019. SKM Full Flavour dari 33,3 miliar batang meningkat menjadi 38,3 miliar batang.

b. Ada perokok yang mengurangi rokok karena health consiousness namun ada juga yang mengurangi rokok karena kenaikan harga rokok. Dengan adanya perubahan lifestyle di masyarakat kalangan atas maupun bawah dapat juga mengakibatkan alokasi untuk pembelian rokok menurun.

7. Webinar – Investor

Pertanyaan:

a. Sumber pembiayaan untuk pembangunan bandara, dari operasional perusahaan atau perusahaan ada rencana menerbitkan obligasi?

b. Target penyelesaian pembangunan bandara.

Jawaban:

a. Sumber pembiayaan direncanakan berasal dari internal funding.

b. Pembangunan bandara ditargetkan selesai dalam beberapa tahun namun pastinya belum dapat ditentukan karena Perseroan masih mengurus berbagai perijinan, proses dan prosedur lainnya.

8. Webinar – Investor

Pertanyaan:

Berdasarkan artikel, mohon konfirmasi apakah benar GGRM akan masuk ke bisnis properti mungkin bersama Jasa Marga dan bagaimana perkembangan terakhir?

Jawaban:

Untuk klarifikasi, GGRM tidak berencana masuk ke sektor properti, namun yang pernah dipublikasikan adalah Perseroan masuk ke sektor infrastuktur yang terkait dengan bandara dan sarana penunjangnya, antara lain seperti akses ke bandara.

9. Linda – Jakarta Shinbun

Pertanyaan:

a. Progress pembangunan bandara Kediri. Setelah launching construction company, arah ke depan apakah GGRM akan diversifikasi bisnis?
b. Bagaimana komposisi antara existing bisnis rokok dan diversifikasi bisnis lainnya ke depan?
c. Japan Tobacco setelah akusisi saham anak usaha, apakah ada rencana kerjasama lainnya? Apa hubungan Perseroan dengan Japan Tobacco?
d. Outlook 2020 terkait kenaikan cukai.

Jawaban:

a. Perlu kami pastikan bahwa kami tidak memiliki tujuan untuk melakukan diversifikasi ke bidang infrastruktur sebagai bisnis utama. Proyek bandara dan infrastruktur lainnya yang akan kami masuki adalah bentuk partisipasi kami dalam pengembangan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Secara filosofi kami tidak mengejar keuntungan di proyek-proyek tersebut.

b. Ditinjau dari revenue, bisnis cigarette akan tetap signifikan.

c. Perlu kami tegaskan bahwa saham yang dibeli bukan merupakan anak perusahaan Gudang Garam. Saat ini tidak ada rencana apa-apa dengan Japan Tobacco. Hubungan kami dengan Japan Tobacco adalah sebagai sesama produsen rokok.

d. Kenaikan cukai merupakan kenaikan biaya/beban bagi Gudang Garam, bila harga jual produk tidak disesuaikan maka tentunya akan menggerus keuntungan. Kenaikan harga jual akan dilakukan secara bertahap dan hal ini bergantung pada perkembangan daya beli masyarakat khususnya di level bawah. Bila daya beli mengalami perbaikan yang baik, maka kenaikan harga yang dilakukan Perseroan tidak akan memberikan dampak negatif. Namun bila daya beli tidak mengalami perbaikan yang hebat, tentunya tidak realistis berharap untuk dapat menaikkan harga terlalu tinggi. Kami belum dapat memperkirakan kenaikan cukai tersebut, sebaiknya menunggu hingga ketentuan kenaikan cukai dikeluarkan.

10. Ulung – Katadata

Pertanyaan:

a. Mengapa penjualan Gudang Garam semester I 2019 tumbuh 16% sementara penjualan industri turun?
b. Mengapa penjualan ekspor Gudang Garam turun hingga 41% pada semester I 2019 dibandingkan semester I 2018?c.Sumber pendanaan pembangunan bandara Kediri.
d. Apakah kontraktor pembangunan bandara adalah anak usaha Gudang Garam PT Surya Kerta Agung? Kapan bandara ditargetkan untuk operasional? Pembebasan lahan sudah mencapai berapa persen?

Jawaban:

a. Kombinasi dari beberapa hal yaitu loyalitas dari pelanggan kami, kualitas produk dan ketersediaan produk yang mudah didapat. Selain itu kami juga menyediakan produk-produk dengan harga yang hemat.

b. Volume penjualan ekspor sulit dibandingkan dari waktu ke waktu karena tidak seperti penjualan domestik yang berjalan setiap hari, penjualan ekspor tergantung dari kontrak penjualan yang tidak berlangsung secara rutin. Volume penjualan ekspor relatif kecil dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun tidak banyak berubah.

c. Pembiayaan proyek bandara akan dilakukan melalui internal funding dan pengeluarannya akan dibagi selama beberapa tahun sehingga tidak akan membebani perusahaan secara signifikan.

d. Pembangunan bandara akan dilakukan oleh kontraktor-kontraktor dari pihak luar perusahaan (bukan anak perusahaan PT Surya Kerta Agung). Target operasional masih merupakan estimasi, kami belum dapat memberikan milestone atau timeline yang akurat karena proses masih berjalan mengingat pembangunan bandara tidak mudah dan perijinannya cukup kompleks. Pembebasan lahan sudah lebih dari 90%.

11. Rizka – Jakarta Post

Pertanyaan:
Konstruksi bandara membutuhkan waktu berapa lama dan berapa nilai investasinya?

Jawaban:
Pembangunan bandara membutuhkan waktu beberapa tahun setidaknya 3 tahun. Budget masih dihitung oleh konsultan mengingat harga selalu berubah dan kesulitan konstruksi belum dipahami secara detil.

11. Lia – Cogensis

 Pertanyaan:
Guidance produksi dan volume penjualan Gudang Garam hingga akhir tahun 2019. Volume industri hingga Juli 2019 naik 23% sedangkan tahun 2018 terus menurun. Apakah karena demand di tahun 2019 memang lebih tinggi atau karena tidak ada kenaikan cukai?

Jawaban:
Perseroan tidak memberikan projection atau guidance mengenai akhir tahun 2019. Kapasitas kami memadai untuk memenuhi permintaan pasar.

12. Fathia – Bloomberg

Pertanyaan:

a. Apakah dengan adanya bandara akan mengurangi cost perusahaan seperti pengiriman barang?
b. Apakah benar Gudang Garam sedang ada pembicaraan dengan Japan Tobacco?

Jawaban:

a. Gudang Garam tidak banyak menggunakan air freight untuk pengiriman barang produksi.
b. Tidak ada pembicaraan dengan Japan Tobacco saat ini.

Dari yang anda baca, Sudah bisa menyimpulkan ?, Apakah hasil dari Public Expose ini ada sangkut pautnya dengan penurunan GGRM pada perdagangan akhir pekan ini ?

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email