Home » Analisa Fundamental : Net Profit Margin (NPM) Pengertian dan kegunaannya.

Analisa Fundamental : Net Profit Margin (NPM) Pengertian dan kegunaannya.

by Dony Aristio

Jika anda adalah tipe seorang investor yang lebih banyak menggunakan analisa fundamental dalam membuat keputusan investasi saham. Rasio berikut ini merupakan salah satu rasio yang tidak boleh anda lewatkan dalam perhitungan anda.

Atau jika anda seorang trader cepat yang biasa menganalisa saham dengan menggunakan chart patern. Tidak ada salahnya jika anda juga mengenal perusahaan yang anda beli dengan cara melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersihnya.

Salah satu analisa keuangan yang bisa anda gunakan untuk melakukan analisis fundamental adalah rasio net profit margin (NPM). Net Profit Margin (NPM) adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualannya. Untuk menghitung rasio ini anda bisa membandingkan antara laba bersih dengan penjualan bersih. Berikut adalah rumus NPM

NPM dapat mencerminkan seberapa efektif perusahaan dalam meminimalkan beban-beban operasionalnya. Karna besar kecilnya laba bersih yang diperoleh dari penjualan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menekan beban pokok penjualan, beban operasional, beban umum dan beban beban lainnya.

Dengan kata lain jika pendapatan bersih perusahaan besar, tapi perusahaan tidak mampu untuk mengelola beban maka hal tersebut akan berdampak pada penurunan laba bersih perusahaan. Maaka bisa dibilang perusahaan tersebut bisa dikatakan jelek dari sisi fundemantalnya. Karna yang menjadi fokus anda terhadap perusahaan adalah laba bersihnya bukan dari omzet.

Rasio NPM yang bagus adalah rasio NPM yang mengalami tren kenaikan setiap tahunnya, berikut merupakan contoh saham yang mengalami kenaikan NPM dalam 3 tahun terakhir.

BBCA 12M 2018 12M 2017 12M 2016
Laba bersih 25852 23321 20632
Penjualan bersih 68763 64156 59830
NPM 38% 36% 34%

 Gambar di atas merupakan contoh dari laporan keungan PT BANK BCA Tbk (BBCA). Dapat dilihat bahwa dalam tiga tahun terakhir NPM BBCA mengalami peningkatan yaitu di tutup buku akhir tahun 2016 sebesar 34%, dan mengalami peningkatan pada akhir tutup buku tahun 2017 sebesar 36%, selanjutnya di akhir tutup buku tahun 2018 NPM naik ke level 38%.

Terlihat bahwa BBCA secara konsisten mampu meningkatkan rasio NPM. Hal ini menunjukan bahwa BBCA dapat menekan biaya – biaya seperti beban pokok pendapatan, beban umum, beban keuangn dan beban lainnya sehingga perusahaan mampu memberikan kontribusi yang maksimal terhadap laba bersih.

Semoga dengan artikel ini kita semua dapat lebih bijak dalam menentukan keputusan dalam bertransaksi saham.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email