Home » Mengenal Indeks IDX Growth 30 (IDXG30)

Mengenal Indeks IDX Growth 30 (IDXG30)

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Pada 12 Agustus 2019, BEI meluncurkan dua indeks baru yakni IDXValue 30 dan IDXGrowth 30. Adapun latar belakang pengimplementasian kedua indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30 adalah untuk membantu pengembangan produk investasi pasar modal. Dan secara khususnya penggunaan indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30 tersebut diperuntukkan agar bisa menjadi alternatif acuan bagi reksadana bursa alias exchange traded fund (ETF).

Definisi Indeks IDX Growth 30

Secara sederhana IDX Growth 30 atau IDXG30 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang mempunyai tren pertumbuhan Laba Bersih dan Pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi dan juga kinerja keuangan yang baik.

Selain itu, IDX Growth 30 juga dianggap memiliki performa yang lebih positif daripada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun indeks IDX-80. Rencana implementasi IDX Growth 30 juga sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia terkait dengan peningkatan permintaan terhadap keragaman indeks yang mengacu pada penerapan free float dan juga batasan bobot.

Tidak hanya itu, nantinya saham konstituen indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30 akan dipilih dari saham-saham konstituen yang masuk ke dalam indeks IDX-80. Lantaran kedua indeks baru itu sama-sama didasari dari penghitungan likuiditas saham dan kapitalisasi pasar terbesar.

Dan hal itu sejalan dengan saham dalam indeks IDX-80 tersebut sudah melalui seleksi, seperti likuiditas transaksi dan kepatuhan (compliance) dari emiten saham.  Seperti yang kita tahu indeks IDX-80 sejak diluncurkan sudah mengacu pada ketentuan minimal saham publik (free float). Di sisi lain, saat ini indeks IDX-30 dan LQ-45 pun juga sedang diterapkan bertahap tahun ini.

Kriteria Umum Seleksi Saham Konstituen Indeks IDX Growth 30

Setelah kita tahu mengenai definisi dari IDX Growth 30, Kita juga perlu mengetahui bagaimana kriteria pemilihan emiten-emiten yang akan masuk ke indeks teranyar tersebut.

Untuk IDX Growth 30, kriteria seleksi awalnya adalah memperhatikan saham yang mampu membukukan Laba Barsih dan tidak memiliki rasio price to earnings (PER) yang bernilai ekstrim. Pada saat pemilihan, akan memperhatikan ke 30 saham dengan nilai skor PER trend dan PSR trend yang tertinggi terpilih menjadi konstituen indeks IDX Growth 30.

Kemudian data pemilihan, akan dilakukan penghitungan berdasarkan tren pertumbuhan rasio price to earnings (PER trend) dan tren pertumbuhan rasio price to sales (PSR trend) yang masing-masing saham akan mengacu pada laporan keuangan terakhir dan historikal tiga tahun sebelumnya yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat dengan Laba Bersih dan Penjualan yang dihitung secara trailing 12 bulan terakhir. Dengan demikian, saham-saham yang berada di indeks ini, merupakan saham yang cukup mahal.

Sedangkan anggota konstituen yang masuk ke IDX Growth 30 ini terdiri dari tujuh emiten di sektor keuangan, delapan emiten di industri dasar dan kimia, tiga emiten di sektor infrastruktur utilities dan transportasi, lima emiten dari consumer goods. Serta dari sektor properti, real estate, dan konstruksi gedung ada tiga emiten, juga satu emiten dari industri dasar.

Dalam pelaksanaan pemilihan kriterianya, IDX Growth 30 juga akan melakukan pemeliharaan indeks dengan cara evaluasi rutin. melakukan evaluasi secara rutin. Adapun evaluasi tersebut akan terbagi menjadi dua bagian :

Pertama, Evaluasi Mayor dilakukan untuk memilih konstituen dan penyesuaian bobot. Dengan jadwal evaluasi dilakukan setiap enam bulan, yakni pada akhir bulan Januari dan Juli. Dan akan efektif pada hari bursa ketiga bulan Februari dan Agustus.

Sedangkan kedua Evaluasi Minor dilakukan untuk menyesuaikan bobot. Di mana jadwal evaluasi akan dilakukan setiap enam bulan yakni pada akhir bulan April dan Oktober. Dan akan efektif pada hari bursa ketiga bulan Mei dan November. Dan dalam evaluasi tersebut, BEI memiliki wewenang untuk menyesuaikan bobot jika ternyata ada perubahan total saham yang tercatat lebih dari 10% secara kumulatif sejak evaluasi terakhir dengan mempertimbangkan dampak perubahan yang terjadi di pasar.

Adapun tujuan dari pelaksanaan evaluasi terhadap indeks IDX Growth 30, diantaranya adalah : Untuk menyesuaikan perubahan jumlah saham yang tercatat, menyesuaikan bobot saham yang berdasarkan rasio free float. Dan juga menyesuaikan bobot saham yang berdasarkan batasan (cap), yaitu bobot satu saham dalam indeks yang paling tinggi adalah sekitar 15% pada saat periode evaluasi atau cut off date terhitung satu hari sebelum tanggal pengumuman.

Emiten yang akan menjadi pengisi IDX Growth 30, yaitu TLKM, BBCA, BBRI, BBNI, INTP, SMGR, CPIN, TPIA, ICBP, GGRM, BRPT, INKP, TOWR, TBIG, TKIM, ACES, LPKR, JPFA, MYOR, PNBN, PNLF, RALS, SMSM, SSIA, BDMN, BKSL, BNLI, ERAA, WOOD, HOKI.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email