Home » Kurs Pajak dan Pengaruhnya untuk Laporan Keuangan Perusahaan

Kurs Pajak dan Pengaruhnya untuk Laporan Keuangan Perusahaan

by Rizki Aditya Bahari

Kurs pajak beda dengan kurs Bank Indonesia, kurs pajak merupakan nilai kurs yang nantinya akan dipakai pada transaksi perpajakan yang berlaku di Indonesia, khususnya di terapkan di transaksi-transaksi sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Keluar dan Pajak Penghasilan (PPh). Hal tersebut muncul karena transaksinya menggunakan nilai mata uang asing (Selain IDR), selanjutnya nilai atas transaksi tersebut harus diubah kedalam rupiah terlebih dahulu untuk pembuatan laporan keuangan kepada kantor pajak.

Ada 4 poin komponen pajak atas kurs pajak tersebut harus diberlakukan, yaitu pada:

1. Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan dikenakan atas penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, baik itu berupa gaji, bonus, pensiun, keuntungan usaha, dividen, dan bentuk penghasilan lainnya, yang diatur dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2008

2. PPN dan PPnBM

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah umumnya dikenakan pada transaksi penyerahan barang yang terjadi di dalam wilayah kepabeanan, khususnya pada barang-barang impor. Kedua pajak ini dijelaskan lebih lanjut pada Undang-undang Nomor 42 tahun 2009

3. Kepabeanan

Kepabeanan merupakan segala jenis kegiatan dan transaksi atas barang masuk dan keluar yang terjadi di dalam daerah pabean, khususnya yang berhubungan dengan bea masuk dan bea keluar. Aturan perihal kepabeanan dijelaskan lebih lanjut dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2006.

4. Cukai

Cukai dikenakan kepada barang-barang yang memiliki karakteristik tertentu, diantaranya penggunaannya perlu dikendalikan serta memerlukan pengawasan, seperti alkohol dan rokok. Peraturan lebih lanjut yang mengatur soal cukai terdapat di dalam Undang-undang nomor 39 tahun 2007.

Kurs pajak ini dikeluarkan setiap minggu melalui peraturan Keputusan Kementerian Keuangan, dan pada bulan dan tanggal ini kurs pajak tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 35/MK.10/2019 tertanggal 6 Agustus 2019 yang berlaku untuk periode 14 agustus 2019 sampai dengan 20 agustus 2019.

Berikut daftar lengkap nilai kurs pajak yang berlaku untuk 14 – 20 Agustus 2019:

Nilai Kurs Periode 14-20 Agustus 2019 (Rp)

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (US$) 14,253.00  70.00
2 Dolar Australia (AUD) 9,661.25  21.61
3 Dolar Kanada (CAD) 10,757.14  15.00
4 Kroner Denmark (DKK) 2,138.50  22.11
5 Dolar Hongkong (HKD) 1,817.70  7.29
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3,403.80  -6.04
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9,233.09  -54.83
8 Kroner Norwegia (NOK) 1,599.83  6.41
9 Poundsterling Inggris (GBP) 17,251.26  21.87
10 Dolar Singapura (SGD) 10,303.32  20.70
11 Kroner Swedia (SEK) 1,488.01  15.01
12 Franc Swiss (CHF) 14,629.26  195.92
13 Yen Jepang (JPY) 13,448.26  193.37
14 Kyat Myanmar (MMK) 9.44  0.07
15 Rupee India (INR) 201.31  -2.61
16 Dinar Kuwait (KWD) 46,852.50  215.87
17 Rupee Pakistan (PKR) 89.76  0.56
18 Peso Philipina (PHP) 273.75  -1.76
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 3,799.66  19.15
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 80.60  0.25
21 Bath Thailand (THB) 463.26  2.88
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 10,306.42  23.06
23 Euro Euro (EUR) 15,959.94  159.27
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2,012.66  -11.32
25 Won Korea (KRW) 11.75  -0.07

* Catatan : untuk JPY adalah nilai rupiah per 100 yen
Sumber: Kemenkeu

Nah setelah kita lihat kurs pekan ini, nilai kurs pajak mengalami kenaikan dibandingkan dengan kurs pajak pekan lalu.

Kenaikan ini pasti akan berimbas pada beban bagi para perusahaan atau wajib pajak yang menggunakan transaksi selain dengan mata uang IDR karena nilai pajak tersebut yang harus dibayarkan akan menjadi meningkat. Dan ketika beban tersebut meningkat maka akan mengurangi laba perusahaan

Dalam daftar kurs pajak terbaru yang diterbitkan tanggal 13 Agustus 2019, nilai kurs pajak untuk US$1 senilai Rp14.253 atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan pekan lalu yang tercatat senilai Rp14.183.

Selain terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan kurs tersebut juga terjadi terhadap dolar Australia yakni Rp9.661,2 per AUD.

Jadi, perusahaan harus pintar-pintar untuk menganalisis transaksi-transaksi yang menggunakan mata uang asing yang nantinya akan memunculkan kurs pajak agar beban perusahaan tidak terus meningkat dan laba perusahaan bisa lebih optimum.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email