Home » Strategi Trading ketika Market Bearish : Indikator Bollinger Band

Strategi Trading ketika Market Bearish : Indikator Bollinger Band

by Chory Agung Ramdhani

Seperti kita ketahui semua awal perdagangan di bulan agustus menjadi awal yang pahit bagi sebagian trader saham. Dari harga tertinggi tanggal 1 agustus hingga terendah 06 Agustus 2019, IHSG sudah turun sebesar 382 poin atau (-6,3%) dengan asing melakukan net sell sebesar 3 Triliun dalam jangka waktu 1 minggu terakhir. RTI bussines

tentu hal tersebut bukan berita yang menggembirakan ya, namun tenang aja kita tetap bisa memanfaatkan peluang dalam kondisi bearish sekalipun. tingal bagaimana mengatur strategi, risk dan money management.

kali ini saya coba bahas salah satu strategi yang bisa dilakukan oleh trader saham dengan bantuan indikator bolinger band.

Bollinger band merupakan salah satu indikator yang cukup populer dan sering digunakan oleh trader saham.  Diciptakan oleh John Bollinger pada awal 1980 yang bisa membantu kita  untuk mengukur volatilitas pasar dan memperkirakan range pergerakan harga saham.

Indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga. Ketiga garis yang dimaksud adalah upper bandmiddle band dan lower band.

Jarak antara upper band dan lower band juga middle band dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi. Semakin besar volatilitas maka jarak antar band akan semakin lebar dan sebaliknya.

Harga cenderung memantul kembali ke middle band setelah mencapai upper band atau lower band. kondisi tersebut yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan entry point.

Strateginya adalah mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band. Targetnya tentu saja adalah area middle band.

kita bisa cari saham-saham yang sudah menyentuh garis lower band atau bahkan sudah keluar jauh meninggalkan garis lower band.

contoh saham PT. Bank Rakyat indonesia, Tbk (BBRI). pada perdagangan hari selasa (08/08) harga saham BBRI gap down dan jauh meninggalkan garis lower band, posisi saat ini menarik untuk dibeli dan memanfaatkan  peluang technical rebound dengan harapan harga saham kembali masuk ke area lower band atau bahkan mencapai garis middle band lagi.

Apabila ada pertanyaan silakan tulis di comment ya , dan apakah ada saham lain yang keluar jauh dari garis lower band ?

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email