workshop saham di jakarta
Home » CARA MEMILIH TABUNGAN SAHAM

CARA MEMILIH TABUNGAN SAHAM

by Chory Agung Ramdhani

Tujuan seseorang dalam berinvestasi adalah untuk mendapatkan pertumbuhan asset yang kita miliki di masa yang akan datang . Nah Ada banyak strategi investasi yang bisa dilakukan oleh seorang investor saham dalam mencapai target tersebut, misalnya : startegi Day trade, Swing trade, longterm Investment ataupun Nabung Saham. Strategi tersebut tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing tinggal bagaimana kita mengatur risiko dan money mnagement nya.

karena setiap strategi, mempunyai cara analisa dan perlakuan yang berbeda jangan sampai salah menempatkan satu sama lainnya .

dalam artikel ini, kami coba menjelaskan strategi yang paling memiliki risiko rendah, yaitu NABUNG SAHAM.

Nabung saham merupakan startegi investasi jangka panjang yang dilakukan dengan cara membeli saham secara konsisten setiap bulan.  cara nya bisa dengan metode Dollar Cost Averaging atau Stock saving Plan . nanti kita bahas di artikel selanjutnya

karena strategi ini jangka panjang, maka kita harus benar-benar detail dalam memilih saham, jangan terlalu banyak spekulasi disaham-saham yang belum terbukti kinerjanya .

lalu bagaimana cara memilih saham nya :

  1. Perusahaan yang sudah stabil dan mempunyai merek dagang kuat dikalangan masyarakat karena hal ini penting untuk keberlangsungan bisnis perusahaan tersebut di masa depan. berabe juga kan kalau tiba-tiba saham nya pailit. alih-alIh investasi malah jadi boncos. contoh perusahaan ini misal nya : UNVR, BBRI , BBCA , INDF , DLL  .  (lebih bagus lagi perusahaan tersebut adalah BUMN)
  2. Managemen yang terpercaya dan memiliki reputasi baik (tidak tersangkut kasus hukum). karena Managemen bertanggung jawab untuk membuat, menentukan, dan menjalankan strategi perusahaan
  3. Perusaahan dengan laba yang dapat diprediksi atau memiliki sumber pemasukan berulang (recurring revenue)  
  4. Perusahaan yang memiliki sedikit hutang (bisa dilihat DER), hutang itu baik bila di gunakan oleh perusahaan yang stabil dan memiliki pendapatan yang bisa diprediksi, sebaliknya perusahaan yang memiliki volatilitas pemasukan, dan memiliki biaya tetep yang tinggi harus lebih konservatif dalam berhutang. karena hutang akan jadi bagus apabila dikelola dengan baik
  5. Perusahaan dengan rasio Return on Equity (ROE) diatas 15% . Rasio ini menunjukkan tingkat efektivitas tim manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba dari dana yang diinvestasikan pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin besar laba yang dihasilkan dari sejumlah dana yang diinvestasikan sehingga mencerminkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan.
  6. Market capitalization diatas 20T. kapitalisasi pasar adalah nilai atau harga sebuah perusahaan yang dihitung dari jumlah keseluruhan nilai saham yang beredar. Besarnya kapitalisasi pasar sendiri merupakan sebuah nilai yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, semakin baik sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya maka semakin tinggi pula nilai kapitalisasi pasarnya. nilai kapitalisasi pasar ini sangat penting karena ia mencerminkan nilai total perusahaan
  7. Sektor yang Defensif. maksud nya adalah ketika kita investasi dengan cara nabung saham maka yang harus dipikirkan adalah skala waktu, buat apa kita investasi jangka panjang tetapi bertumbuh sedikit atau malah rugi. investor harus berfikir keberlangsungan bisnis perusahaan dengan pertumbuha yang stabil . pilih saham di sektor yang defensif sehingga tidak banyak terpengaruh oleh kondisi perekeonomian ataupun harga komoditas. contohnya sektor CONSUMER ataupun BANK  .

Nabung saham merupakan alternatif strategi buat anda yang tidak mempunyai waktu dalam transaksi saham harian atau bulanan. saham yang kita pilih pun jangan terlalu banyak cukup 2-5 saham terbaik saja.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email