Home » IHSG Breakdown Support, Berpotensi Melemah di Awal Pekan

IHSG Breakdown Support, Berpotensi Melemah di Awal Pekan

Sepanjang pekan kemarin kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung melemah. Pada penutupan perdagangan kemarin (27/7/2019), bursa saham utama Indonesia terkoreksi hingga 1,19%, paling dalam diantara bursa saham utama Benua Asia.

Alhasil dalam sepekan mencatatkan koreksi hingga 2,03% dan saat ini berada di bawah level psikologis 6.400 dengan ditutup di 6.325,24.

Selama sepekan, sebanyak Rp 2,4 triliun duit asing melayang dari pasar saham domestik. Di pasar reguler nilainya mencapai Rp 2,12 triliun. Sedangkan di pasar nego dan tunai, duit asing yang keluar mencapai Rp 317 miliar.

Sentimen Negatif Datang dari Eropa

Penyebab dari lesunya pergerakan indeks saham Benua Asia secara umum disebabkan oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang menahan suku bunga acuan karena tidak ada resiko signifikan perihal resesi di kawasan Uni Eropa.

ECB mengumumkan bahwa main refinancing rate, lending facility rate, dan deposit facility rate dipertahankan masing-masing di level 0%, 0,25% dan -0,4%. Analis menganggap bahwa dengan ECB yang tidak terlalu dovish dalam kebijakan moneternya, maka besar kemungkinan Bank Sentral AS/The Fed akan menunjukkan pola yang sama.

IHSG Berpeluang Melemah di Awal Pekan

Sumber : Republik Investor

Menurut Analisa kami, IHSG berpeluang tertekan seiring telah terkonfimasi adanya breakdown support di level 6.347. Oleh sebab itu, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya untuk kemudian mencari level support baru di kisaran level 6.200.

Ada beberapa sentimen yang membayangi pergerakan indeks di antaranya rilis data penjualan ritel dan tingkat pengangguran di Jepang yang diekspektasikan positif. Dari dalam negeri akan ada data pertumbuhan penjualan motor YoY untuk bulan Juni 2019.

Terakhir, Pergerakan masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terkait faktor global. Investor diperkirakan akan wait and see menjelang keputusan resmi kebijakan suku bunga The Fed yang akan diadakan pada 31 July 2019 waktu setempat.

Sebelumnya, sebanyak 100% consensus meyakini adanya penurunan suku bunga AS. Sebanyak 75% yakin akan terjadi penurunan suku bunga sebanyak 25bps, dan 25% consensus meyakini adanya penurunan suku bunga yang lebih agresif yakni mencapai 50bps menjadi 2,00% dari sebelumnya 2,50%.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email