Home » Saham Konstruksi ini Paling Murah Secara Ratio Laba Per Saham di Sektornya, Saham Apakah itu?

Saham Konstruksi ini Paling Murah Secara Ratio Laba Per Saham di Sektornya, Saham Apakah itu?

by Dony Aristio

Sehari setelah pidato Presiden terpilih Indonesia periode 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) pada minggu (14/7/2019) yang memaparkan garis besar arah pembangunan lima tahun kedepan di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mulai merespon positif atas pidato tersebut. Terlihat pada hari senin 15 Juli 2019 IHSG berhasil mencatatkan kenaikannya di akhir sesi perdagangan dengan kenaikan sebesar 44.889 point atau naik 0.70% ke posisi 6,418.234.

Kenaikan ini pun bukan tanpa alasan, dimana pidato presiden yang tetap berfokus pada rencana pembangunan di bidang infrastruktur.

“PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. 

Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan”, ujar Jokowi dalam pidatonya.

Serentak saham – saham konstruksi kompak naik hari ini dengan penguatan terbesar dipimpin oleh saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar +6.06%, selanjutnya PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebesar +5.39%, lalu PT Adhi karya Tbk (ADHI) sebesar +5.11%.

Lalu apakah saham disektor ini masih layak beli dengan kenaikan yang cukup besar hari ini?

Untuk meliha apakah saham tersebut masih layak beli atau tidak mari kita bandingkan saham – saham di sektor tersebut dengan analisa peer to peer.

Terlihat Current PE Ratio (annualised) WSKT lebih kecil dibandingkan dengan saham lain di sektornya, PE Ratio adalah ratio yang menghitung nilai harga saham berbanding dengan laba per lembar saham perusahan. Yang mana dengan meningkatnya kinerja laba perusahaan, laba per lembar saham juga turut meningkat. Dengan ratio ini kita dapat melihat saham mana yang masih murah dengan peningkatan laba persaham yang semakin besar. Semakin kecil PE Ratio menunjukan bahwa harga yang di tebus lebih rendah dibandingkan

Current PE Ratio Trailing Twelve Month (TTM) menunjukan kinerja laba persaham dari 4 kuartal terakhir. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menunjukan Current PE Ratio (TTM) paling rendah saat ini.

Kesimpulannya dari beberapa saham sektor konstruksi secara PE Ratio masih terbilang murah jika dibandingkan PE sector nya. Jadi masih layak untuk  investasi di saham – saham tersebut.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email