Home » Saham perbankan ini termasuk yang paling mahal di sektornya, apakah masih menarik ?? analisa singkat tentang saham BCA.

Saham perbankan ini termasuk yang paling mahal di sektornya, apakah masih menarik ?? analisa singkat tentang saham BCA.

by Dony Aristio

Sudah tidak heran lagi jika mendengar saham ini banyak dibicarakan di kalangan investor. Iya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan saham sektor perbankan yang kenaikannya bisa di bilang cukup tinggi dalam beberapa periode terakhir. Mengapa tidak, dari awal tahun 2019 sampai dengan saat ini kenaikan saham BBCA sebesar 17.40%. Jika dibandingkan periode juli tahun 2018 sampai dengan juli 2019 kenaikan saham BBCA sebesar 44.49%. Kinerja harga saham BBCA tersebut jauh lebih baik dari IHSG yang tumbuh hanya 1,71% sejak awal tahun, sehingga bobotnya terus naik menjadi 10,32% dari IHSG.

Lalu bagaimana perbandingan dengan saham di sektornya?


Untuk membandingkan kinerja saham perbankan, maka kami melakukan analisa secara peer to peer untuk dapat menentukan apakah saham ini masih menarik di level hara saat ini.

Jika dilihat berdasarkan Current PE ratio (Annualised) BBCA mencatatkan PE ratio sebesar 29.89, lebih besar jika dibandingkan dengan beberapa saham disektornya seperti BBRI dengan Current PE ratio (Annualised) 16.62 dan BMRI dengan Current PE ratio (Annualised) 12.70. Dapat disimpulkan di harga saat ini saham BBCA jauh lebih mahal secara PE ratio dibandingkan beberapa saham di sektor perbankan. Dan jika diamati, ternyata Current PE ratio (Annualised) industry dan sector perbankan masih jauh dibawah Current PE ratio (Annualised) saham BBCA yaitu masing- masing sebesar 15.43 dan 13.48.

Sebaliknya jika diliat dari sisi profitablity BBCA menjuari puncak tertinggi secara Net Profit Margin (Quarter%) dibandingkan dengan saham lain disektornya yaitu sebesar 32%, di susul dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 29% lalu saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan perolehan 27%. Yang berarti kenaikan harga saham BBCA juga desertai dengan meningkatnya profit perusahaan yang lebih besar dibandingkan dengan saham lain disektornya. Ini yang menyebabkan mengapa saham BBCA tetap kokoh berada pada level harga saat ini.

Selain itu jika dilihat dari transaksi net foreign flow di saham ini sejak awal tahun cukup tinggi. Dari awal tahun 2019 hingga sekarang saham BBCA masih mencatatkan net forign flow sebesar Rp 526.6 miliar. Pembelian terbesar dari awal tahun hingga saat ini masih di peroleh dari broker Credit Suisse Sekuritas Indonesia (CS ) dan Maybank Kim Eng sekuritas (ZP). Beikut broker summary dari saham BBCA dari awal tahun hingga saat ini.

Dengan masih tingginya minat investor asing terhadap saham ini masih memberikan harapan saham ini tetap di akumulasi dan tetap terjaga di tren kenaikannya. Namun secara Current PE ratio (Annualised) saham ini sudah terlalu mahal jika dibandingkan dengan saham lain di sektornya yang mungkin menjadikan potensial gain dari saham ini mulai terbatas.

Semoga dengan artikel ini kita semua dapat lebih bijak dalam menentukan saham perusahaan yang ingin di beli. Tentunya dengan lebih teliti dalam membaca sebuah laporan keuangan.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email