Home » Memahami dan Menghitung Return Wajar Pada Obligasi Korporasi Berdasarkan Rating

Memahami dan Menghitung Return Wajar Pada Obligasi Korporasi Berdasarkan Rating

Rating adalah suatu penilaian yang terstandarisasi terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian, yakni Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan rating investment grade dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut :

Investment Grade

AAA atau Aaa

AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3

A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3

BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa return kupon atau bunga obligasi korporasi dengan rating (AAA) bisa lebih rendah dibandingkan bunga bunga obligasi korporasi dengan rating (BBB).

Sumber : IBPA (per 21 Juni 2019)

Sebagai ilustrasi, kita belajar cara menghitung return obligasi korporasi yang wajar, dimana fokus kepada tenor 1 tahun. Diasumsikan risk free sebesar 6%, ditambah spread 115,35bps atau 1,15%, maka return wajar obligasi korporasi dengan return AAA adalah 7,15% (6% + 1,15%). Sedangkan return wajar obligasi korporasi dengan return BBB adalah 9,68%% (6% + 3,68%).

Mengapa rating obligasi BBB mempunyai return wajar 9,68%, lebih tinggi dibanding AAA? Karena risiko pemegang obligasi BBB lebih tinggi dibanding AAA, oleh karena itu agar para investor tertarik dengan obligasi BBB, maka harus diberikan return lebih tinggi dibanding AAA, seperti teori “High Risk High Return” yang telah kita kenal selama ini.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email