Home » Dividen Trap (Study Case: MERK & MPMX)

Dividen Trap (Study Case: MERK & MPMX)

by Chory Agung Ramdhani

Selain capital gain, salah satu keutungan bagi pemegang saham adalah mendapatkan dividen .

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyak nya saham yang dimiliki.

tentu menjadi hal yang di tunggu ketika satu perusahaan akan membagikan dividen, terlabih perusahaan tersebut memberikan dividen yang besar. periode pembagian dividen secara umum terjadi pada bulan maret – mei karena bersamaan dengan tutup buku laporan keuagan satu tahun.

Jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham merupakan selisih antara laba perusahaan dikurangi laba ditahan. Laba ditahan adalah laba yang ditahan perusahaan untuk membiayai ekspansinya di masa mendatang

besaran dividen yang dibagikan diputuskan oleh manajemen atas persetujuan rapat Umum Pemegang Saham  (RUPS) yang diselenggarakan oleh pihak manajemen.

2 hal yang harus diperhatikan oleh investor dalam memilih perusaahaan yang akan membagikan dividen adalah Dividen Payout Ratio (DPR) dan Dividen Yield.

Dividen Payout Ratio (DPR) adalah persentase dividen terhadap laba bersih perusahaan

Umumnya perusahaan yang DPR tinggi memiliki jumlah kas yang besar, sehingga perusahaan tidak lagi membutuhkan laba untuk ditahan.

Untuk perusahaan yang memiliki DPR yang kecil umumnya adalah perusahaan yang sedang dalam masa ekspansi, sehingga membutuhkan dana untuk membiayai ekspansi. Growth company umumnya memberikan DPR sekitar 20%-50%.

sedangkan Dividen Yield adalah dividen per saham dibagi haraga pasar saham. Secara sederhana dividend yield adalah tingkat keuntungan yang diberikan oleh perusahaan tersebut

Perusahaan yang memberikan dividend yield tinggi, harga sahamnya akan mengalami kenaikan terutama saat menjelang pengumuman dividen.

Mana yang lebih penting, dividend payout ratio atau dividend yield yang lebih tinggi? Jawabannya adalah dividend yield, karena ini berkaitan dengan harga saham yang kita miliki. Kita tentunya lebih menyukai perusahaan yang memberikan tingkat return yang lebih besar.

Besar kecilnya nilai dividen ditentukan paling tidak oleh dua hal utama:

  1. Kondisi likuiditas perusahaan. Apakah perusahaan memiliki cadangan kas yang berlimpah atau tidak. Jika kas perusahaan likuid maka manajemen tidak akan ragu membagikan dividen dalam jumlah besar.
  2. Rencana ekspansi perusahaan. Adakah rencana belanja modal atau bentuk ekspansi lainnya yang akan dilakukan perusahaan? Jika perusahaan memiliki rencana belanja modal atau ekspansi yang membutuhkan pendanaan besar, maka manajemen biasanya akan mementingkan belanja modal, sehingga porsi untuk dividen dikurangi.

KASUS PERTAMA SAHAM MERK.

Sebagai contoh saham MERK pada akhir tahun kemarin membagikan dividen interim sebesar Rp.3.260,-.  yang kemudian direvisi menjadi Rp.2.565,- per lembar saham.

Jumlah ini setara dengan dividend yield 50,35 persen terhadap harga saham Perseroan pada saat penutupan di hari Senin (10/12/2018) di harga Rp.6.475,-

sedangkan Dividen payout ratio (DPR) dengan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp. 1.163 milliar dan  total dividen sebesar Rp. 1,46 triliun  maka DPR sebesar 1255,37 persen.

Dari kasus saham MERK ini kita harus teliti dan jeli jangan hanya melihat besaran dividen lalu kemudian serta merta langsung membeli. MERK membagikan dividen dengan total Rp.1,4 triliun sedangkan laba bersih HANYA Rp.1,163 milliar. jelas hal tersebut diluar kebiasaan dan bukan hal yang wajar. dan ternyata pembagian dividen yang besar tersebut adalah hasi dari penjualan segmen usaha consumer health kepada kelompok usaha The Procter & Gamble Home Products Indonesia.

lalu kemudian ada revisi besaran dividen dari Rp.3.260,- menjadi Rp.2.565,- pada tanggal 14 Desember 2018. dari kedua hal tersebut tentu harus menjadi perhatian investor dengan rasional agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari.

ternyata setelah cumdate tanggal 20 Desember 2018 sampai titik terendah nya tanggal 27 desember 2018 , saham MERK terkoreksi sebesar -47,9% dan sampai  tulisan ini dibuat saham MERK masih sideways di range harga Rp.3.900,- – Rp.4.000,-.

KASUS KEDUA SAHAM MPMX

Pada hari senin (27/5/2019)  PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membagikan dividen sebesar Rp 2,1 triliun atau Rp 480 per saham dari laba bersih 2018.

Jumlah ini setara dengan dividend yield 35,2 persen terhadap harga saham Perseroan pada saat penutupan di hari Senin (27/5/2019) di harga Rp.1.365,-. 

sedangkan Dividen payout ratio (DPR) dengan laba bersih MPMX tahun 2018 sebesar Rp 3,7 triliun dan  total dividen sebesar Rp. 2,1 triliun  maka DPR sebesar 56,75 persen.

sama hal nya seperti saham MERK, pergerakan harga saham MPMX setelah cumdate tanggal 12 Juni 2019 pun melemah hingga -42,4% sampai dengan tulisan ini dibuat.

dan mungkin bisa sideways yang cukup lama seperti hal nya saham MERK

Dari contoh 2 kasus saham tersebut, kita sebagai investor bisa mengambil pelajaran dan antisipasi akan hal yang akan terjadi dikemudian hari terkait dengan pengumuman Dividen.

Kesimpulan :

  1. Jangan cepat tergiur dengan besaran Dividen yang dibagikan oleh Emiten
  2. Cek dividen yield dan Dividen payout ratio agar bisa mengetahui tingkat kewajaran atas pembagian Dividen (tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil)
  3. perhatikan likuiditas saham karena berpengaruh terhadap risiko penuruan yang besar dan cepat
  4. Kalo sudah paham risiko dan hanya ingin memanfaat kan momentum nya, maka beli ketika pengumuman dan jual menghadapi cumdate. Khusus untuk kasus ini tidak perlu mengambil hak dividen.

So, pasar saham merupakan industri yang dinamis, banyak kemungkinan – kemungkinan bisa terjadi dan akan selalu ada hal-hal baru. maka dari itu jangan pernah berhenti belajar dan berdiskusi .

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email