indikator analisa teknikal terbaik
Home » 4 Indikator Analisa Teknikal Yang Wajib Anda Ketahui

4 Indikator Analisa Teknikal Yang Wajib Anda Ketahui

by Chory Agung Ramdhani

Dalam investasi saham kita mengenal 2 teori analisa yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.

Dalam artikel kali ini kami tidak akan berusaha membandingkan mana yang lebih baik, namun akan membahas jenis-jenis indikator yang bisa kita pelajari dan dijadikan dasar dalam menentukan keputusan jual-beli saham khususnya bagi anda seorang trader.

Analisa teknikal adalah teknik analisa untuk menganalisa fluktuasi harga saham pada rentang waktu tertentu yang disajikan dalam bentuk grafik/chart. Analisa teknikal mempunyai banyak indikator yang dapat digunakan mempertajam dan mempermudah analisis.

Seperti yang kita ketahui bahwa indikator merupakan alat bantu analisa bagi trader untuk memprediksi pergerakan saham di masa yang akan datang dengan data-data atau kejadian di masa lalu

Namun banyak dari kalangan investor keliru dalam menerapkan indikator teknikal, terlalu banyak indikator yang dipakai dengan jenis yang sama juga tidak baik. Alih-alih mempemudah analisis malah membuat repot dan bingung dalam menentukan keputusan jual mapun beli.

Berikut contoh beberapa indikator teknikal yang ada dalam aplikasi charting stockbit

indikator analisa teknikal
ragam indikator analisa teknikal

Dari sekian banyak indikator yang ada, kita tidak perlu memakai semua indikator dalam satu chart karena setiap indikator mempunyai jenis dan fungsi sesuai tujuan masing-masing.

Gambar dibawah merupakan contoh penggunaan indikator saham yang berlebihan, membingungkan bukan ? hehehe

Indikator bagaikan alat tempur atau senjata yang wajib dibawa dan dikuasai sebelum terjun ke medan pertempuran, dalam hal ini market.

Dan sama seperti senjata juga yang mempunyai banyak macam dan fungsi masing-masing, indikator juga mempunyai banyak jenis dan berbeda pula penggunaannya.

Biasanya trader pemula akan disibukkan untuk mencari yang namanya “holy grail”, dimana mereka akan mencari indikator “terbaik” dan paling sempurna.

Lalu apa saja jenis indikator yang wajib kita ketahui?

1.Indikator Trend

Indikator trend menurut fungsinya digunakan untuk mengidentifikasi arah dan juga kekuatan dari trend itu sendiri. Dan Indikator Trend ini termasuk dari lagging indikator atau disebut juga Trend Following Indicator, dimana indikator ini mengikuti pergerakan dari harga/ lebih lambat dari harga.

Indikator ini hanya berfungsi untuk menunjukkan arah dari trend.

Contoh jenis-jenis indikator analisa teknikal yang termasuk dalam Indikator Trend diantaranya yakni :

Moving average (MA), MACD, Parabolic SAR, Ichimoku Kinko Hyo dll.

2.Indikator Momentum

Berfungsi untuk mengetahui perubahan dari kecepatan naik dan turunnya harga. Dan indikator ini termasuk ke dalam leading indikator dimana sangat sensitif terhadap perubahan harga sehingga mampu memberikan sinyal yang lebih cepat.

Bahkan biasanya sinyal yang diberikan biasanya mendahuli sebuah reversal dari harga yang terjadi.

Momentum ini berfungsi guna mengetahui perubahan dari kecepatan naik dan turunnya harga. Dan indikator ini termasuk ke dalam leading indikator dimana sangat sensitif terhadap perubahan harga sehingga mampu memberikan sinyal yang lebih cepat.

Bahkan biasanya sinyal yang diberikan biasanya mendahuli sebuah reversal dari harga yang terjadi.

Contoh jenis-jenis indikator analisa teknikal yang termasuk dalam indikator ini adalah :


Commodity Channel Index (CCI), Stochastic, William% R, Relative Strength Indicator (RSI), dll.

3.Indikator Volatilitas

Jenis indikator ini berfungsi untuk memberikan informasi terkait dengan range dari harga, termasuk didalamnya percepatan dan perlambatan yang terjadi.

Contoh jenis-jenis indikator Volatilitas :

Bollinger Band (BB), Average True Range(ATR), Envelope, dll.

4.Indikator Market Strength

Indikator yang berfungsi mengukur kekuatan dari pasar yang sedang terjadi.

Contoh jenis-jenis indikator analisa teknikal yang termasuk dalam indikator ini adalah :

Chaikin Oscillator, On Balance Volume (OBV), Accumulation/Distribution, Money FlowIndex (MFI), dll.

Jadi intinya adalah:

  • Hindari penggunaan indikator yang terlalu banyak
  • Hindari penggunaan indikator yang berada dalam 1 jenis/golongan
  • Kombinasikan indikator 1 dengan yang lain dari jenis/golongan yang berbeda

Idealnya dalam penggunaannya, seorang trader akan menggunakan lebih dari satu indikator. Dimana indikator lain akan berfungsi sebagai konfirmasi dari sinyal yang di berikan oleh indikator pasangannya.

Dan untuk sinyal dengan validitas dan probabilitas tinggi tersebut bisa didapatkan dengan kombinasi indikator yang sesuai. Itulah kenapa kita harus mengetahui jenis-jenis indikator analisa teknikal ini.

Contohnya ketika kita menggunakan RSI dan kita kombinasikan dengan STOCHASTIC merupakan cara penggunaan indikator yang kurang tepat, kenapa?

Karena kedua indikator tersebut merupakan indikator momentum sehingga konfirmasi yang diberikan menjadi kurang berarti dan hanya membuat penuh layar chart Anda.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email