apa itu PE Ratio
Home » PE Ratio & PE Band: Simple Namun Cuan-able

PE Ratio & PE Band: Simple Namun Cuan-able

by Al Assy Arry

Price to Earning Ratio (PER) merupakan salah satu rasio yang sangat umum digunaan oleh analis maupun investor dalam menentukan tingkat murah tidaknya suatu saham perusahaan.

Dalam menentukan apakah saham tersebut undervalued maupun overvalued, biasanya PER-nya akan dibandingkan dengan PER dari suatu perusahaan dengan industri yang sama maupun PER dari rata-rata industrinya. Angka PER pun sering kali dijadikan alat hitung nilai wajar suatu saham.

Namun, tahukah Anda, dengan perhitungan lebih lanjut yang didapat dari angka historis PER, kita dapat menggunakannya sebagai acuan kapan kemungkinan terbesar saham akan mengalami pembalikan arah.

Sebelum itu, kita ulas kembali lebih dalam apa dan bagaimana sebenarnya kita mendapatkan angka PE Ratio ini:

Cara Menghitung PE Ratio

PE Ratio didapat dengan membagi harga pasar saham dengan Net Income setiap lembar saham perusahaan (earning per share).

Sebenarnya dalam laporan keuangan setiap perusahaan terbuka sudah disediakan angka earning per share, jadi kita sudah tidak perlu repot-repot mencari angkanya.

Seperti contoh laporan laba rugi (income statement) INDY dibawah ini:

Ada hal yang perlu kita adjust sebelum didapat angka PE Ratio INDY.

Yang pertama, laporan keuangan INDY dinyatakan dalam mata uang US dollar sehingga kita perlu mengkonversi angka diatas menjadi rupiah. Jika kita gunakan kurs $1 adalah Rp.14,000 maka:

0.0215 x 14.000 = 301

Didapat angka 301. Apakah sudah selesai?

Belum

Laporan keuangan diatas merupakan laporan keuangan kuartal 3. Untuk itu, kita perlu setahunkan (annualized) nilai Earning per Share tersebut dengan mengalikannya dengan angka 4/3. (4/1 jika Q1, 4/2 jika Q2)

Jadi:

301 x 4/3 = 401

Itulah angka EPS yang akan kita gunakan.

Harga INDY di akhir perdagangan Jumat 18 Januari kemarin adalah 2180. Sehingga nilai PER saat ini didapat:

2180 / 401 = 5,4

Ya, inilah PER INDY saat ini. Apakah PER 5 adalah angka yang bagus?

Cara Membaca PE Ratio

Walaupun secara umum semakin rendah PE Ratio dapat diartikan perusahaan masih layak untuk di investasikan, namun angka PE Ratio diatas masih belum dapat kita tentukan apakah itu hal yang baik atau buruk. Undervalued atau overvalued.

PE Ratio tidak dapat berdiri sendiri, dia harus dibandingkan dengan: Perusahaan satu sektor maupun industri atau bandingkan dengan PE Ratio di tahun-tahun sebelumnya kuartal yang sama (Q3 bandingkan dengan Q3 tahun sebelumnya).

PER INDY VS PER PGAS & POWR

Jika kita lihat tabel stockbit diatas, PER INDY masih yang paling rendah dibandingkan dengan PER perusahaan satu industri maupun PER Industrinya. So, sebenarnya INDY masih layak kita investasikan jika hanya melihat angka PER-nya.

Cara Menggunakan PE Band

PE Band merupakan salah satu indikator yang dapat kita gunakan untuk menentukan kapan kemungkinan harga suatu saham akan kembali koreksi maupun rebound.

Ada cara untuk menangkap pisau jatuh. Dan PE Band ini bisa menjadi cara Anda membeli suatu saham di harga termurahnya.

PE Band didapat dari rumus standard deviasi yang pastinya tidak akan saya bahas disini karena ini artikel untuk Anda dan bukan untuk dosen saya 🙂

source: fundachart stockbit

INDY sejak awal Januari 2018 terus terkoreksi dari nilai tertingginya di harga Rp4.630. Dan awal Januari 2019, harganya sudah berada di area dekat -2 PE Standard Deviation band. Saat itulah INDY amat sangat layak kita kembali koleksi.

Apakah saya beli INDY saat itu?

Sayangnya tidak karena saya terlalu fokus dengan PGAS dan WSKT 🙁

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

1 comment

rifkyalvin 23 July 2020 - 6:54 AM

Maaf izin bertanya, untuk akses data PE band suatu emiten dimana ya pak yang tidak berbayar? Terima kasih

Reply

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email