analisa sektor batubara
Home » Batu Bara Kembali Membara?

Batu Bara Kembali Membara?

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,86% atau 53,53 poin ke level 6.274 pada perdagangan hari akhir pekan kemarin, Jumat (4/1/2019).

Sebanyak 213 saham menguat, 193 saham melemah, dan 216 saham stagnan dari 622 saham yang diperdagangkan.Penguatan nilai tukar rupiah yang cukup tajam hingga menembus level 14.200-an per dolar, turut mendorong optimisme pasar modal.

6 sektor ditutup menguat, dimana sektor Mining dan Finance memimpin penguatan secara sectoral, berikut detail nya :

Mengapa Sektor Tambang Menguat Signifikan?

Seperti dikutip dari Bloomberg, beberapa pelabuhan di China telah memulai kembali izin impor batubara.  Tetapi sebagian besar pasokan batubara untuk pembangkit listrik masih terbatas.

Menurut analisis Bareksa, sentimen ini akan memberikan katalis positif untuk sektor tambang dalam jangka pendek, terutama untuk produsen batubara dengan kualitas rendah (seperti ADRO dan INDY) dan produsen batubara dengan exposure besar ke China.

Namun dalam jangka panjang, sentimen terhadap sektor energi masih lemah setelah harga minyak turun  kurang dari US$50/barel. Sehingga berpotensi berdampak pada pendapatan yang kurang optimal di 1Q19 sebagai akibat dari penurunan tajam harga batubara berkualitas rendah di 4Q18.

Sekedar informasi, Per 9M18, ADRO menjual 13% output batubara ke China sementara ITMG 19%, dan PTBA 14%.

Rekomendasi:
PTBA
ITMG
ADRO

disclaimer on

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email