rasio PBV
Home » Rasio Price to Book Value (dan 10 saham yang masih murah)

Rasio Price to Book Value (dan 10 saham yang masih murah)

by Al Assy Arry

PBV (Price to Book Value) merupakan salah satu rasio yang cukup bisa Anda gunakan untuk menggambarkan harga dari sebuah perusahaan. Berapa harga yang harus kita keluarkan untuk membeli saham suatu emiten? Pertanyaan ini secara umum dapat dijawab dengan melihat rasio PBV nya.

Namun, sangat penting untuk kita pahami kapan kita dapat menggunakan rasio PBV dan kapan rasio ini tidak berlaku dalam menghitung nilai wajar suatu perusahaan terbuka.

APA ITU RASIO PBV?

PBV adalah rasio antara harga saham dengan book value dari suatu perusahaan disetiap lembar sahamnya. Book value sendiri merupakan nilai buku dari equitas perusahaan di laporan keuangannya. Bingung?Yuk kita ambil contoh perusahaan dengan kode saham INDY.

Karena laporan tahunan masih belum rilis, kita gunakan laporan keuangan INDY di kuartal 3 tahun 2018.

source: Laporan Q3 INDY

Dalam neraca laporan keuangan tersebut, INDY memiliki ekuitas sebesar USD 1,196 (dalam jutaan) yang jika kita konversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp 17,861 Milliar (kurs 1 dollar sama dengan Rp 14,900). Sedangkan jumlah saham beredar INDY sebanyak 5,210 (dalam jutaan) atau jika dibulatkan menjadi 5 Milliar lembar.

Itu artinya, Book Value per Share INDY adalah sebesar:

17,861/5 = Rp 3,572/share

Dan karena harga saham INDY saat artikel ini ditulis Rp 1,540 artinya nilai rasio PBV INDY:

1,540/3,572 = 0,44

Nilai ini biasanya akan berbeda untuk setiap analis maupun fundamentalis. Ada beberapa penyebab perbedaan angka yang didapat diantaranya pembulatan dan nilai kurs yang digunakan saat konversi Dollar ke Rupiah.

Perbedaan ini pun juga dikarenakan perbedaan sudut pandang angka book value yang dipakai. Ada analis yang berpendapat bahwa book value hanyalah angka yang tertera pada kolom “Jumlah entitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk” saja. Ada juga yang berpendapat book value merupakan nilai ekuitas secara keseluruhan.

Mana yang terbaik digunakan?keduanya terbaik asal digunakan dengan konsistensi dalam perhitungan.

Lalu apa makna angka 0.44 tersebut?

Bayangkan sebuah mobil mewah dengan harga jual Rp 1 Milliar dan Anda dapat membelinya dengan harga Rp 440juta saja. Itulah analogi PBV 0.44.

apa itu rasio PBV

So, apakah INDY murah?layak investasi?

Tentunya PBV harus dikuatkan lagi dengan rasio lain seperti ROE maupun ROA yang akan kita bahas pada artikel lainnya. Namun, secara umum emiten dengan nilai PBV dibawah 1 bisa dikatakan undervalue.

Jika emiten dipedagangkan dengan nilai PBV dibawah 1, biasanya ini menggambarkan antara 2 asumsi: Asumsi market meyakini bahwa nilai aset dari perusahaan tersebut overstated (dinilai terlalu tinggi dalam laporan keuangan), atau perusahaan memilliki pendapatan yang rendah bahkan negatif jika dibandingkan nilai asetnya.

Jika asumsi pertama yang benar, maka investor harus berhati-hati karena ada kemungkinan nilai aset akan jatuh terkoreksi sesuai harga pasar dan memberikan kerugian kepada investor.

Namun jika asumsi kedua yang benar yang artinya tidak ada masalah sama sekali dengan nilai aset perusahaan, ada kemungkinan siklus bisnis akan kembali membaik bagi perusahaan ini dan memberikan pendapatan yang besar bagi para investor.

Maksudnya bagaimana?

Kembali ke analogi mobil mewah sebelumnya. Jika ada yang menawarkan Anda mobil mewah senilai Rp 1milliar seharga Rp 440juta, apakah Anda tanpa ragu membelinya?

Ada 2 kemungkinan kenapa mobil tersebut dijual murah: Memang si mobil sudah rusak mesinnya dan membutuhkan biaya besar untuk servis agar kembali seperti sedia kala atau tidak ada masalah dengan mobil tersebut, hanya beban pajak yang diberikan kepada pemilik cukup berat.

Jika mobil memang rusak, tentunya kita tidak akan membeli mobil tersebut walau dijual dengan harga sangat murah. Namun jika kemungkinan kedua yang terjadi, ya beli…

Untuk menentukan apakah suatu perusahaan dengan nilai PBV dibawah satu layak investasi atau tidak, kita harus lihat historis aset dan harga sahamnya serta bergerak di industri apa perusahaan tersebut.

So, tidak semua emiten dengan nilai PBV dibawah satu layak untuk dibeli ya.

LEBIH DALAM….

Walaupun menghitung rasio PBV dan menetukan nilai PBV emiten sangat mudah, namun rasio ini bukan secara ajaib memberikan status “murah” untuk suatu saham.

Yang paling pertama harus diperhatikan dalam penggunaan rasio PBV adalah hanya akan berguna menghitung valuasi untuk perusahaan dengan bisnis capital-intensive atau perusahaan yang membutuhkan porsi aset tetap yang cukup besar dalam menghasilkan pendapatannya seperti perusahaan energi, transportasi maupun manufaktur.

Book Value dalam peraturan accounting, mengesampingkan nilai asset tak berwujud (intangible asset) seperti brand produk, goodwill, patent maupun nilai intelektual dari perusahaan.

Book Value hampir tidak berarti untuk perusahaan-perusahaan yang menjual jasa maupun memiliki brand yang kuat. Contoh saja perusahaan Unilever (UNVR) yang dalam sepuluh tahun terakhir nilai PBV nya masih bertahan diatas angka 20 dikarenakan nilai brand nya yang sudah sangat kuat.

Begitu juga untuk perusahaan yang memiliki nilai hutang (leverage) yang cukup tinggi seperti perusahaan perbankan dan jasa keuangan lainnya.

KESIMPULAN

PBV memberikan banyak makna kepada Anda mengenai nilai dari suatu perusahaan. Dengan perhitungan yang mudah didapat dari laporan keuangan, Anda dapat menentukan apakah suatu perusahaan masih layak investasi atau tidak.

Namun, bukan berarti rasio ini tidak memiliki kekurangan. Industri dimana perusahaan bergerak dan penguasaan rasio-rasio lain selain PBV wajib diperhatikan agar analisa valuasi nilai wajar emiten dapat akurat.

Lalu, emiten apa saja di Indonesia yang masih memiliki PBV dibawah satu?

Dengan menggunakan tools screener dari stockbit berikut emiten yang memiliki PBV dibawah satu dan ROE diatas 20%

Tentunya tidak semua saham diatas layak investasi. Anda perlu analisa lebih mendalam terhadap 10 saham dalam list tersebut.

Anda Mungkin Tertarik Dengan Arti

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

2 comments

Novida Tumanggor 13 January 2019 - 9:54 AM

thanks utk ilmunya

Reply
republik investor 14 January 2019 - 4:57 AM

sama-sama mba, semoga bermanfaat hehe

Reply

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email