Home » Suku Bunga AS Masih Jauh Dari Kata Neutral (Rupiah Dekati Rp15.200)

Suku Bunga AS Masih Jauh Dari Kata Neutral (Rupiah Dekati Rp15.200)

by Muhammad Ikhsan Burhanuddin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,90% ke level 5.756 pada perdagangan kemarin (4/10). Tiga sektor dengan penurunan lebih dari 2% adalah sektor industri dasar mencapai 3,45%, sektor keuangan mencapai 2,44%, dan sektor manufaktur 2,22%.

Di sisi lain, kurs Rupiah terhadap USD terus melanjutkan pelemahan. Hingga pukul 15.20 wib, Rupiah berada di level Rp 15.189 per Dollar AS.

 

Tekanan Pasar Berasal dari Amerika Serikat

Dalam dua hari terakhir, baik IHSG, Yield Obligasi Pemerintah, dan kurs Rupiah kompak melemah. Hal ini disebabkan adanya pernyataan yang berasal dari Jerome Powell selaku Gubernur The Fed yang menyebutkan bahwa “Interest rates are still acommodative, but we’re gradually moving to a place where they will be neutral”. “We may go past neutral, but we’re a long way from neutral at this point, probably.” Seperti dikutip CNBC.com.

Jerome Powell menekankan jika masih akan menaikkan suku bunga secara bertahap dan akan menuju ke level neutral yang sebenarnya. Selain itu, ia mengatakan jika kebijakannya untuk saat ini masih jauh berada dari level neutral.
Oleh karena itu, investor pun cenderung melakukan aksi jual terhadap pasar obligasi AS dan berdampak pada kenaikan US

 

Treasury Yield tenor 10 tahun di level 3.2%.

Sumber : Investing.com, diolah Bareksa

 

US Treasury merupakan acuan yield obligasi AS. Semakin tinggi US Treasury Yield menggambarkan kondisi pasar obligasi AS sedang mengalami tekanan jual. Selain itu, Indeks Dollar yang semakin naik menggambarkan kondisi Dollar AS sedang mengalami tekanan beli sehingga berdampak pada penguatan indeks dollar AS dan sebaliknya, berdampak negative terhadap pergerakan mata uang lainnya, khususnya mata uang negara berkembang.

 

Sumber : Investing.com, diolah Bareksa

 

Bisa dilihat dari grafik diatas, tingkat US Treasury yang terus naik menggambarkan terjadi tekanan jual di pasar obligasi AS yang kemudian para investor menukar instrument investasi nya ke dalam asset safe heaven. Sehingga, wajar jika Indeks Dollar AS cenderung menguat terhadap mata uang negara lainnya.

Tak heran jika Rupiah kembali melemah pada perdagangan kemarin dan ditutup di level Rp15.189.

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email