Home Analisa SahamAnalisa Fundamental BBYB naik 600% YTD, masih layak beli ?

BBYB naik 600% YTD, masih layak beli ?

by Alfyn Wendy

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) adalah salah satu bank kecil yang saat ini fokus dalam mengembangkan bisnis perbankan digital. BBYB  juga diakuisisi oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia. Akulaku nantinya akan mengambil alih dan menjadi pemegang saham utama yang diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2021 ini dan memiliki sekitar 24,98% kepemilikan saham.

Sentiment tersebut turut mendongkrak kinerja harga saham perseroan, bagaimana tidak, semenjak awal tahun sampai pertengahan bulan agustus ini BBYB sudah naik lebih dari 600%.

Pada penutupan pasar hari Rabu, 25 Agustus 2021 BBYB ditutup menguat ke harga Rp 1.830/lembar. Namun dengan kenaikan yang sudah sangat fantastis ini apakah BBYB masih ada potensi memberikan cuan untuk kedepannya? Apakah BBYB masih layak beli ?

Berikut perbandingan kinerja keuangan dengan emiten perbankan yang terdampak digitalisasi, dan valuasi dari BBYB :

 BBYBBBHIARTOAGROBACAAvg.Avg. Industri
PER (x)–            65           596–      2.451           947           157–          163                 17
BV (Rp)           147              30           585           200           229  
PBV (x)              12              77              28              11                2              26                    3
Market Cap (Tn)              13              27           229              50                4  

*Notes: Avg berdasarkan rata-rata sub sektor perbankan Stockbit

BBYB Bagi Investor Agresif

Tidak mengherankan apabila valuasi perbankan yang terdampak isu digitalisasi dibilang mahal, dengan adanya PER diatas 100 sedangkan PER industry hanya 17x, dan PBV yang lebih tinggi dari rata-rata PBV sektor perbankan yaitu sekitar 3x. Apabila ingin memanfaatkan momentum dan euphoria pasar yang masih memanas seputar bank digital ini , tak heran ada sekuritas dan analis yang merekomnedasikan buy BBYB dengan target price Rp 4.000, mengingat BBYB masih memiliki PER -65x dan PBV 12x.

Perhitungan tersebut berasal dari PBV rata-rata dari perbankan sejenis sejumlah 26,3x dan dikalikan dengan Book Value BBYB sejumlah Rp 147/lembar maka hasilnya BBYB memiliki harga wajar  Rp 3.850/lembar, dan masih memiliki Margin Of Safety sebesar 52,6%. Bagi tipikal investor agresif, yang suka memanfaatkan momentum dan euphoria pasar, maka BBYB masih dianggap bisa memberikan potensi cuan, apabila kita mengasumsikan kinerja BBYB akan seperti ARTO, AGRO, BBHI, dan BACA, maka target Rp 3.850/lembar masih akan menjadi target optimisme pasar.

BBYB Bagi Investor Yang Moderat

Lalu bagi sesorang yang lebih moderat, atau bahkan konservatif, tentunya dengan PER -65x dan PBV yang sudah 12x sudah cukup untuk membuatnya tidak melakukan pembelian saham-saham sejenis ini. Apabila BBYB dibandingakn dengan emiten perbankan bluechip, maka hasilnya akan seperti ini:

 BBYBBBRIBBNIBJTMBBCAAvg.Avg. Industri
PER–            65              19              11                6              28          16,2                 17
BV           147        1.597           585           672        7.600  
PBV              12                2                1                1                4            2,3                    3
Market Cap (Tn)              13           278           229              11           814  

Dengan pendekatan PBV rata-rata dari 4 perbankan Super maka didapat PBV rata-rata sejumlah 2,3x apabila dikalikan dengan Book Value dari BBYB sendiri maka harga wajar dari BBYB hanya Rp 342/ lembar, maka dengan harga BBYB per 25 Agustus 2021 diharga Rp 1.830/lembar, maka investor moderat akan menganggap BBYB sekarang mahal, dan tidak layak untuk dibeli.

Logika sederhananya seperti ini, dengan segala euphoria yang dialami oleh BBYB, termasuk diakusisi oleh Akulaku dengan teknologi canggihnya, pertanyaanya mampukah BBYB mengalahkan kinerja dari perbankan besar sekarang ? Lalu dengan adanya perubahan perilaku ke digital, apakah bank-bank besar tersebut hanya tinggal diam? Tentunya tidak, mereka pasti akan berinovasi, dengan menghadirkan solusi digitalnya sendiri. Lalu jika tidak mampu mendapatkan  pelanggan yang potensial, bagaimana BBYB bisa mendapatkan pendapatan usaha? Apa imbal hasil yang didapat oleh investor ?.

Menurut Peter Lynch, jangan membeli sebuah saham dikarenakan euphoria, bukan tanpa alasan, hal tersebut ibaratkan menunggu balon yang akan pecah. Hal pertama yang harus dilakukan dalam investasi adalah melindungi asset dari resiko pasar, pahami profil resiko dan money management  yang baik lalu tentukan keputusan investasimu. 

***

Untuk Buka Rekening saham dan join Grup Diskusi silahkan menuju link berikut: bit.ly/JoinRepublikInvestor

Share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat :)

Related Posts

Leave a Comment

Subscribe to our newsletter

Don't miss new updates on your email